Tampilkan postingan dengan label SIM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SIM. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 November 2010

Sistem Informasi Manajemen

Sistem informasi yang menghasilkan output dengan menggunakan input dan berbagai proses yang diperlukan untuk memenuhi kegiatan manajemen yang dapat mendukung operasi-operasi dan pembuatan keputusan dalam sebuah organisasi.

SIM (Sistem Informasi Manajemen) adalah suatu metode informal dan formal yang berbasis computer yang menyediakan informasi akurat yang terjadi pada masa lalu, sekarang atau yang terjadi di masa depan, sehingga memudahkan untuk sorang manajer mengambil keputusan .
Berdasarkan pada pengertian-pengertian di atas, maka terlihat bahwa tujuan dibentuknya Sistem Informasi Manajemen atau SIM adalah supaya organisasi memiliki informasi yang bermanfaat dalam pembuatan keputusan manajemen, baik yang meyangkut keputusan-keputusan rutin maupun keputusan-keputusan.
Sistem informasi manajemen yang baik adalah Sistem informasi manajemen yang mampu menyeimbangkan biaya dan manfaat yang akan diperoleh artinya SIM akan menghemat biaya, meningkatkan pendapatan serta tak terukur yang muncul dari informasi yang sangat bermanfaat.

Jelaskan apa saja kegiatan dari Sistem Informasi Manajemen untuk fungsi-fungsi :
1. Fungsi Keuangan
2. Fungsi SDM
3. Fungsi Jasa Informasi
4. Manufaktur
5. Pemasaran
Jawab :

1. Fungsi Keuangan
* Memelihara catatan sistematis: transaksi bisnis dengan benar

akan dicatat, diklasifikasikan dalam rekening yang sesuai dan

dirangkum dalam laporan pendapatan laporan keuangan dan

neraca.

* Mengkomunikasikan hasil keuangan: Akuntansi digunakan untuk

mengkomunikasikan informasi keuangan sehubungan dengan laba

bersih (atau rugi), aset, kewajiban dll, kepada pihak yang

berkepentingan.

* Memenuhi kebutuhan hukum: Ketentuan-ketentuan berbagai

hukum seperti Undang-Undang Perusahaan, Pajak Penghasilan dan

Pajak Penjualan. Penyerahan berbagai pernyataan, yaitu, rekening

tahunan, pajak penghasilan untuk tujuan pajak penjualan dan

sebagainya.

* Melindungi aset bisnis: Akuntansi memelihara catatan yang tepat

dari berbagai aset dan dengan demikian memungkinkan manajemen

untuk melakukan kontrol secara tepat.

* Pengambilan keputusan: Akuntansi menyediakan pengguna data

yang relevan untuk memungkinkan mereka membuat keputusan

yang tepat sehubungan dengan investasi dalam modal perusahaan

bisnis atau untuk memasok barang di kredit atau meminjamkan

uang dll.

* Evaluasi: hasil operasi Menilai (laba atau rugi) sehubungan dengan

tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.

* Pengendalian: Untuk mengidentifikasi kelemahan sistem

operasional dan meninjau langkah yang diambil untuk memeriksa

kelemahan tersebut.

2. Fungsi SDM
Sebagai pemikir, perancang dan pelaksana dalam mengerjakan

semua pekerjaan Sistem Informasi Manajemen. Walaupun dalam

pelaksanaannya menggunakan mesin atau alat-alat bantu lainnya.

Dan terdapat pada berikut ini :

  • Perumusan peraturan. Memberikan peraturan sumber daya manusia, mengenai rencana-rencana tindakan, dan memastikan kepatuhan pada peraturan pemerintah.
  • Hubungan perburuhan. Berkaitan dengan program komunikasi, memelihara lingkungan kerja yang efektif, administrasi keluhan dan hubungan perburuhan, serta penilaian prestasi kerja dan survey sikap.
  • Perencanaan organisasi. Membentuk struktur yang tepat, rentang manajemen, tingkat-tingkat organisasi, sistem manajemen (perencanaan, penetapan sasaran, perencanaan tindakan dan peninjauan berkala), rencana jangka panjang dan pengembangan strategi menajemen.
  • Pelatihan dan pengembangan. Ini dibuat dari penilaian kebutuhan organisasi dalam bidang-bidang seperti orientasi pegawai, pengembang-an teknik, ketrampilan manajemen, program kerja, dan penjenjangan karier
  • Administrasi pengupahan. Ini memuat administrasi pengupahan atau penggajian, serta evaluasi kerja dan rencana pengupahan (komisi penjualan, dan bonus insentif manajemen).
  • Tunjangan dan jasa pegawai. Memuat kompensasi pekerja, keamanan sosial, asuransi kelompok, pembayaran untuk waktu tidak bekerja, bonus pegawai, penghasilan tambahan dan jasa-jasa pegawai (program-program sosial dan rekreasi).
  • Perencanaan khusus. Melibatkan penentuan sumber-sumber untuk merekrut orang (kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang), kebutuhan penempatan pegawai dari dalam dan dari luar organisasi (biaya untuk penempatan pegawai), seleksi sebelum pengangkatan, wawancara dan pengujian (teknik-teknik, bakat, seleksi pengujian ketrampilan dan kejiwaan), dan sistem penyimpanan data pegawai.
  • Keselamatan dan kesehatan. Ini berhubungan dengan pemberian lingkungan kerja yang aman dan sehat, melalui pembentukan program-program pencegahan kecelakaan (analisis penyebab kecelakaan), administrasi kompensasi pekerja, penilaian fisik sebelum pengangkatan, dan program-program kesehatan pegawai lainnya (asuransi kesehatan).

3. Fungsi Jasa Informasi
Memudahkan orang untuk mengakses informasi tanpa

mengharuskan adanya perantara sistem informasi. Menyediakan

informasi yang dipergunakan di dalam perhitungan harga pokok

jasa, produk, dan tujuan lain yang diinginkan

manajemen.Menyediakan informasi yang

dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian,

dan perbaikan berkelanjutan.Meningkatkan aksesibilitas data yang

tersaji secara tepat waktu dan akurat bagi para pemakai,

Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan akan keterampilan

pendukung sistem informasi.

Memperbaiki produktivitas,Memudahkan untuk mengolah

transaksi transaksi,

4. Manufaktur :
Untuk memudahkan dalam proses produksi.
Untuk menjamin kualitas dari produksi

5. Pemasaran :
Mencari konsumen atau penguna jasa
Mempromosikan barang/jasa yang kita pasarkan

Menyediakan informasi untuk penjualan,promosi

penjualan,kegiatan pemasaran dan kegiatan penelitian pemasaran.

Tolong jelaskan dari :

1. SIA (Sistem Informasi Akuntansi) adalah Sistem yang digunakan

memproses data dan Transaksi guna menyediakan informasi yang diperlukan oleh User untuk merencanakan, mengendalikan dan mengoperasikan Bisnis.

2. SIM (Sistem Informasi Manajemen) adalah sistem informasi yang

digunakan untuk menyajikan informasi yang digunakan untuk mendukung operasi manajemen dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi.

3. DSS (Decision Support System) adalah, sistem pendukung/penunjang keputusan yang menggunakan sistem informasi bebasis komputer yang menggabungkan model dan data guna menyelesaikan masalah semiterstruktur dan beberapa masalah takterstruktur dengan keterlibatan penggunasecara luas.

4. OA (Outomatic Office) atau Otomatisasai perkantoran adalah semua system informasi formal dan informal terutama yang berkaitan dengan komunikasi informasi kepada dan dari orang yang berbeda di dalam maupun di luar perusahaan. Dengan kata lain otomatisasi perkantoran merupakan sebuah rencana untuk menggabungkan teknologi tinggi melalui perbaikan proses pelaksanaan pekerjaan. Beberapa system otomatisasi perkantoran secara formal dan didokumentasikan dengan suatu prosedur tertulis. System formal ini diterapkan di seluruh perusahaan untuk memenuhi kebutuhan organisasi, mirip dengan sistem informasi manajemen. Namun sebagian besar system otomatisasi perkantoran tidak direncanakan atau diuraikan secara tertulis. System- sistem informal ini diterapkan saat diperlukan oleh perorangan untuk memenuhi keperluaannya sendiri. Dan otomatisasi perkantoran dimaksudkan untuk memudahkan segala jenis komunikasi baik secara lisan maupun secra tertulis.

5. ES (Expert system) adalah suatu sistem yang menggunakan pengetahuan manusia (human knowledge) yang dimasukkan ke dalam komputer untuk memecahkan masalah yang umumnya memerlukan keahlian seorang pakar/expert. Atau dapat juga dikatakan, sebuah program komputer yang menggunakan pengetahuan dan teknik inferensi (pengambilan kesimpulan) untuk memecahkan persoalan seperti yang dilakukan oleh seorang pakar.


DAFTAR PUSTAKA

http://banking.blog.gunadarma.ac.id/2010/10/27/sistem-informasi-manajemen/

Rabu, 07 April 2010

Sistem Pakar

Secara umum, sistem pakar adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer yang dirancang untuk memodelkan kemampuan menyelesaikan masalah seperti layaknya seorang pakar. Dengan sistem pakar ini, orang awam pun dapat menyelesaikan masalahnya atau hanya sekedar mencari suatu informasi berkualitas yang sebenarnya hanya dapat diperoleh dengan bantuan para ahli di bidangnya. Sistem pakar ini juga akan dapat membantu aktivitas para pakar sebagai asisten yang berpengalaman dan mempunyai asisten yang berpengalaman dan mempunyai pengetahuan yang dibutuhkan. Dalam penyusunannya, sistem pakar mengkombinasikan kaidah-kaidah penarikan kesimpulan (inference rules) dengan basis pengetahuan tertentu yang diberikan oleh satu atau lebih pakar dalam bidang tertentu. Kombinasi dari kedua hal tersebut disimpan dalam komputer, yang selanjutnya digunakan dalam proses pengambilan keputusan untuk penyelesaian masalah tertentu.

Ciri-Ciri Sistem Pakar

Sistem pakar yang baik harus memenuhi ciri-ciri sebagai berikut :

• Memiliki informasi yang handal.

• Mudah dimodifikasi.

• Dapat digunakan dalam berbagai jenis komputer.

• Memiliki kemampuan untuk belajar beradaptasi.

Keuntungan Sistem Pakar

Secara garis besar, banyak manfaat yang dapat diambil dengan adanya sistem pakar, antara lain :

1. Memungkinkan orang awam bisa mengerjakan pekerjaan para ahli.

2. Bisa melakukan proses secara berulang secara otomatis.

3. Menyimpan pengetahuan dan keahlian para pakar.

4. Meningkatkan output dan produktivitas.

5. Meningkatkan kualitas.

6. Mampu mengambil dan melestarikan keahlian para pakar (terutama yang termasuk keahlian langka).

7. Mampu beroperasi dalam lingkungan yang berbahaya.

8. Memiliki kemampuan untuk mengakses pengetahuan.

9. Memiliki reabilitas.

10. Meningkatkan kapabilitas sistem komputer.

11. Memiliki kemampuan untuk bekerja dengan informasi yang tidak lengkap dan mengandung ketidakpastian.

12. Sebagai media pelengkap dalam pelatihan.

13. Meningkatkan kapabilitas dalam penyelesaian masalah.

14. Menghemat waktu dalam pengambilan keputusan

.

Kelemahan Sistem Pakar

Di samping memiliki beberapa keuntungan, sistem pakar juga memiliki beberapa kelemahan, antara lain :

1. Biaya yang diperlukan untuk membuat dan memeliharanya sangat mahal.

2. Sulit dikembangkan. Hal ini tentu saja erat kaitannya dengan ketersediaan pakar di bidangnya.

3. Sistem Pakar tidak 100% bernilai benar.

Alasan Pengembangan Sistem Pakar

Sistem pakar sendiri dikembangkan lebih lanjut dengan alasan :

• Dapat menyediakan kepakaran setiap waktu dan di berbagai lokasi.

• Secara otomatis mengerjakan tugas-tugas rutin yang membutuhkan seorang pakar.

• Seorang pakar akan pensiun atau pergi.

• Seorang pakar adalah mahal.

• Kepakaran dibutuhkan juga pada lingkungan yang tidak bersahabat.

Modul Penyusun Sistem Pakar

Menurut Staugaard (1987) suatu sistem pakar disusun oleh tiga modul utama yaitu :

1. Modul Penerimaan Pengetahuan (Knowledge Acquisition Mode) Sistem berada pada modul ini, pada saat ia menerima pengetahuan dari pakar. Proses mengumpulkan pengetahuan-pengetahuan yang akan digunakan untuk pengembangan sistem, dilakukan dengan bantuan knowledge engineer. Peran knowledge engineer adalah sebagai penghubung antara suatu sistem pakar dengan pakarnya.

2. Modul Konsultasi (Consultation Mode)

Pada saat sistem berada pada posisi memberikan jawaban atas permasalahan yang diajukan oleh user, sistem pakar berada dalam modul konsultasi. Pada modul ini, user berinteraksi dengan sistem dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh sistem.

3. Modul Penjelasan (Explanation Mode)

Modul ini menjelaskan proses pengambilan keputusan oleh system (bagaimana suatu keputusan dapat diperoleh).

Struktur Sistem Pakar

Komponen utama pada struktur sistem pakar menurut Hu et al (1987) meliputi:

1. Basis Pengetahuan (Knowledge Base)

Basis pengetahuan merupakan inti dari suatu sistem pakar, yaitu berupa representasi pengetahuan dari pakar. Basis pengetahuan tersusun atas fakta dan kaidah. Fakta adalah informasi tentang objek, peristiwa, atau situasi. Kaidah adalah cara untuk membangkitkan suatu fakta baru dari fakta yang sudah diketahui.

2. Mesin Inferensi (Inference Engine)

Mesin inferensi berperan sebagai otak dari sistem pakar. Mesin inferensi berfungsi untuk memandu proses penalaran terhadap suatu kondisi, berdasarkan pada basis pengetahuan yang tersedia. Di dalam mesin inferensi terjadi proses untuk memanipulasi dan mengarahkan kaidah, model, dan fakta yang disimpan dalam basis pengetahuan dalam rangka mencapai solusi atau kesimpulan. Dalam prosesnya, mesin inferensi menggunakan strategi penalaran dan strategi pengendalian. Strategi penalaran terdiri dari strategi penalaran pasti (Exact Reasoning) dan strategi penalaran tak pasti (Inexact Reasoning). Exact reasoning akan dilakukan jika semua data yang dibutuhkan untuk menarik suatu kesimpulan tersedia, sedangkan inexact reasoning dilakukan pada keadaan sebaliknya.Strategi pengendalian berfungsi sebagai panduan arah dalam melakukan prose penalaran. Terdapat tiga tehnik pengendalian yang sering digunakan, yaitu forward chaining, backward chaining, dan gabungan dari kedua teknik pengendalian tersebut.

3. Basis Data (Data Base)

Basis data terdiri atas semua fakta yang diperlukan, dimana fakta fakta tersebut digunakan untuk memenuhi kondisi dari kaidah-kaidah dalam sistem. Basis data menyimpan semua fakta, baik fakta awal pada saat sistem mulai beroperasi, maupun fakta-fakta yang diperoleh pada saat proses penarikan kesimpulan sedang dilaksanakan. Basis data digunakan untuk menyimpan data hasil observasi dan data lain yang dibutuhkan selama pemrosesan.

4. Antarmuka Pemakai (User Interface)

Fasilitas ini digunakan sebagai perantara komunikasi antara pemakai.dengan komputer.

Teknik Representasi Pengetahuan

Representasi pengetahuan adalah suatu teknik untuk merepresentasikan basis pengetahuan yang diperoleh ke dalam suatu skema/diagram tertentu sehingga dapat diketahui relasi/keterhubungan antara suatu data dengan data yang lain. Teknik ini membantu knowledge engineer dalam memahami struktur pengetahuan yang akan dibuat sistem pakarnya. Terdapat beberapa teknik representasi pengetahuan yang biasa digunakan dalam pengembangan suatu sistem pakar, yaitu

a. Rule-Based Knowledge

Pengetahuan direpresentasikan dalam suatu bentuk fakta (facts) dan aturan (rules). Bentuk representasi ini terdiri atas premise dan kesimpulan.

b. Frame-Based Knowledge

Pengetahuan direpresentasikan dalam suatu bentuk hirarki atau jaringan frame.

c. Object-Based Knowledge

Pengetahuan direpresentasikan sebagai jaringan dari obyek-obyek. Obyek adalah elemen data yang terdiri dari data dan metoda (proses).

d. Case-Base Reasoning

Pengetahuan direpresentasikan dalam bentuk kesimpulan kasus (cases).

Inferencing dengan Rule : Forward dan Backward Chaining

Inferensi dengan rules merupakan implementasi dari modus ponen, yang direfleksikan dalam mekanisme search (pencarian). Dapat pula mengecek semua rule pada knowledge base dalam arah forward maupun backward. Proses pencarian berlanjut sampai tidak ada rule yang dapat digunakan atau sampai sebuah tujuan (goal) tercapai. Ada dua metode inferencing dengan rules, yaitu forward chaining atau data-driven dan backward chaining atau goal-driven.

a. Backward chaining

• Menggunakan pendekatan goal-driven, dimulai dari ekspektasi apa yang diinginkan terjadi (hipotesis), kemudian mengecek pada sebab-sebab yang mendukung (ataupun kontradiktif) dari ekspektasi tersebut.

• Jika suatu aplikasi menghasilkan tree yang sempit dan cukup dalam, maka gunakan backward chaining.

b. Forward chaining

• Forward chaining merupakan grup dari multiple inferensi yang melakukan pencarian dari suatu masalah kepada solusinya.

• Jika klausa premis sesuai dengan situasi (bernilai TRUE), maka proses akan meng-assert konklusi.

• Forward chaining adalah data-driven karena inferensi dimulai dengan informasi yang tersedia dan baru konklusi diperoleh.

• Jika suatu aplikasi menghasilkan tree yang lebar dan tidak dalam, maka gunakan forward chaining.

Jumat, 06 November 2009

SLC (SYSTEM LIFE CYCLE)

1.Pada titik manakah dalam SLC (System Life Cycle) manajer memiliki kesempatan untuk membuat keputusan teruskan atau lanjutkan ?
2.Jelaskan bahwa hubungan antara system dan criteria kinerja ?


SLC (SYSTEM LIFE CYCLE)

System Life Cycle (SLC) merupakan proses evolusi yang diikuti oleh pelaksanaan sistem informasi dasar-dasar atau subsistem. Telah ada pendekatan implementasi tradisional sepanjang era komputer, dan ada perjanjian umum antara ahli-ahli komputer sehubungan dengan tugas-tugas yang dilaksanakan.
Beberapa SLC terdapat dalam perusahaan yang menggunakan komputer, mungkin ada seratus atau lebih. Pada kenyataannya SLC adalah sarana yang digunakan oleh manajemen untuk melaksanakan rencana strategis. Konsep life cycle menjadikan segala sesuatu yang tumbuh, menjadi dewasa setiap waktu dan akhirnya mati. Pola ini digunakan untuk sistem dasar komputer seperti subsistem pemrosesan data atau SSD.
System Life Cycle terdiri dari lima fase yaitu :

1. Fase Perencanaan
Fase ini dimulai dengan mendefinisikan masalah dan dilanjutkan dengan sistem penunjukan objektif dan paksaan. Di sini sistem analis memimpin studi yang mungkin terjadi dan mengemukakan pelaksanaannya pada manajer.
2. Fase Analisis
Fase ini mempunyai tugas penting yaitu menunjukkan kebutuhan pemakai informasi dan menentukan tingkat penampilan sistem yang diperlukan untuk memuaskan kebutuhan tersebut. Fase ini meliputi penetapan jangkauan proyek, mengenal resiko, mengatur rangkaian tugas, dan menyediakan dasar untuk kontrol.
3. Fase Desain
Fase Desain ini meliputi penentuan pemrosesan dan data yang dibutuhkan oleh sistem yang baru, dan pemilihan konfigurasi terbaik dari hardware yang menyediakan desain. Desain system adalah ketentuan mengenal proses dan data yang dibutuhkan oleh sistem yang baru.
4. Fase Pelaksanaan / Implementasi
Fase ini melibatkan beberapa spesialis informasi tambahan yang mengubah desain dari bentuk kertas menjadi satu dalam hardware, software, dan data. Pelaksanaan adalah penambahan dan penggabungan antara sumber-sumber secara fisik dan konseptual yang menghasilkan pekerjaan sistem.
5. Fase Pemakaian / Penggunaan
Selama fase penggunaan, audit memimpin pelaksanaannya untuk menjamin bahwa sistem benar-benar dikerjakan, dan pemeliharaannya pun dilakukan sehingga sistem dapat menyediakan kebutuhan yang diinginkan.
JAWABAN SLC (Nomor 1):
Setelah kita mengetahui beberapa fase dari SLC (System Life Cycle), kami dapat menyimpulkan bahwa seorang manajer mendapatkan kesempatan untuk membuat keputusan teruskan atau lanjutkan adalah pada fase analisis. Kenapa kami mengatakan begitu, karena pada fase itu seorang manajer akan harus dapat memperhatikan kebutuhan dari pemakai informasi serta dapat menentukan tingkat penampilan sistem yang diperlukan, apakah informasi yang dihasilkan akan memuaskan kebutuhan atau tidak? Apabila informasi tersebut tidak memuaskan kebutuhan pemakai, maka sebaiknya keputusan yang sudah dibuat diperbaiki kembali agar tidak ada kesalahan lagi dalam pengambilan keputusan.
SISTEM DAN KINERJA
Sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi.
Sistem informasi adalah aplikasi komputer untuk mendukung operasi dari suatu organisasi: operasi, instalasi, dan perawatan komputer, perangkat lunak, dan data. Sistem Informasi Manajemen adalah kunci dari bidang yang menekankan finansial dan personal manajemen. Sistem Informasi Penjualan adalah suatu sistem informasi yang mengorganisasikan serangkaian prosedur dan metode yang dirancang untuk menghasilkan, menganalisa, menyebarkan dan memperoleh informasi guna mendukung pengambilan keputusan mengenai penjualan.

Manfaat dari Sistem:
• Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu.
• Meningkatkan kualitas dan mengurangi kesalahan.
• Meningkatkan efisiensi
• Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
• Meningkatkan sharing knowledge

Dan juga memiliki tujuan :
1. Untuk mendukung operasi-operasi sehari-hari (to Support the –day-to-day operations).
2. Mendukung pengambilan keputusan manajemen (to support decision making by internal decision makers).
3. Untuk memenuhi kewajiban yang berhubungan dengan pertanggung-jawaban (to fulfill obligations relating to stewardship).
Kinerja adalah sebuah hasil karya seseorang baik dalam bentuk kuantitas maupun kualitas dari pekerjaan kita dalam sebuah organisasi. dalam mencapai kinerja yang maksimal, maka kita perlu adanya kriteria kinerja itu sendiri.
Kriteria kinerja merupakan syarat atau ketentuan tiap individu masyarakat agar mencapai sebuah hasil baik dalam bentuk kuantitas maupun kualitas dari pekerjaan kita dalam sebuah organisasi.
JAWABAN SISTEM & KINERJA (Nomor 2)
Dengan kata lain, hubungan antara sebuah sistem dan kriteria kinerja adalah hubungan pencapaian suatu tujuan yang dinginkan. sebuah sistem akan dikatakan baik, apabila sistem tersebut sudah memenuhi tujuan. Untuk pencapaian tujuan tersebut, maka perlu adanya suatu syarat-syarat atau ketentuan-ketentuan untuk mengatur individu dalam kelompok organisasi agar lebih terarah kepada tujuan yang semula diinginkan.


sumber :
http://www.trendigital.com/Website/News.aspx?Id=351
http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem
http://id.wikipedia.org/wiki/Kinerja
http://one.indoskripsi.com/judul-skripsi-tugas-makalah/akuntansi/tu

Rabu, 21 Oktober 2009

End User Computing

End User Computing.

End User Computing (EUC) adalah sekelompok pendekatan komputasi yang bertujuan untuk mengintegrasikan lebih baik end user ke lingkungan komputasi atau yang berusaha mewujudkan potensi komputasi high-end untuk melakukan dalam suatu cara yang dapat dipercaya dalam pemecahan masalah tingkat tertinggi.
Pendekatan pertama akan kalengan query dan laporan bahwa sebagian besar akan dipanggil dengan tombol dan / atau perintah-perintah sederhana. Dalam pendekatan ini, sebuah kelompok komputasi akan terus kalengan ini rutinitas up to date melalui perkembangan normal / pemeliharaan metode.
Untuk pendekatan kedua, SQL administrasi akan memungkinkan keterlibatan pengguna akhir di beberapa tingkatan, termasuk administrasi itu sendiri. Pengguna akan juga dapat menetapkan queries meskipun mekanisme pendukung dapat dibatasi untuk mengurangi kemungkinan kondisi run-diri yang akan memiliki pengaruh negatif pada pengguna lain. Kita melihat hal ini sudah dalam beberapa intelijen bisnis metode yang membangun SQL, termasuk database baru, on the fly. Aturan dapat membantu mengurangi efek yang dapat terjadi dengan lingkungan terbuka. Proses akan mengharapkan, dan menampung, kemungkinan jangka panjang kali, hasil yang kurang jelas dan semacamnya. Jenis ini tidak diketahui diputuskan ’sebelum fakta’; yang perlu Anda lakukan ’setelah fakta’ evaluasi hasil merupakan faktor utama dari banyak komputasi yang lebih tinggi agar situasi tapi tidak bisa (tidak mau) akan ditoleransi oleh pengguna akhir dalam posisi normal di modus produksi.
Antara kedua ekstrem pandangan EUC ada banyak kombinasi. Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap perlunya penelitian lebih lanjut EUC pengetahuan pengolahan, merasuk komputasi, isu-isu ontologi, interaktif visualisasi dan analisis skema kopel dan sejenisnya.

Salah satu study pertama mengenai end-user compunting dilakukan pada tahun 1993 oleh John Rockart dari MIT dan Lauren S. Flannery, seorang mahasiswa jurusan MIT. Mereka menginterview 200 end-user ditujuh perusahaan dan menidentifikasi enam jenis, yaitu:
1. End-user non-pemrograman Pemakai (user) ini hanya mempunyai pemahaman komputer yang sedikit atau mungkin tak punya sama sekali, dan ia hanya menggunakan sofware yang telah dibuat oleh orang lain. Ia berkomunikasi dengan hadware dengan bantuan menu dan mengandalkan orang lain untuk memberikan bantuan teknis.
2. User Tingkatan Perintah. Pemakai (user) ini menggunakan sofware tertulis yang telah tersedia, namun ia juga menggunakan 4GL untuk mengakses database dan membuat laporan khusus.
3. Progemmer End-User. Selain menggunakan sofware tertulis dan 4GL, pemakaian ini juga dapat menulis programnya sendiri dan menggunakan bahasa programan. Karena ia mempunyai pemahaman komputer yang lebih baik, ia biasanya menghasilkan informasi untuk pemakian non-programan dan pemakai tingkat perintah. Contoh pemakai jenis ini adalah aktuaris (penaksir), analis keuangan, dan insiyur.
4. Personel Pendukung Fungsional. Pemakai ini ditugaskan di unit fungsional perusahaan dan menangani penggunaan komputer. Ia mempunyai tingkatan sebagai ahli seperti yang ada di unit pelayanan informasi.
5. Personel Pendukung Komputerisasi end-user. Spesialis informasi ini ditugaskan di unit pelayanan informasi, namun membantu end-user dalam pengembangan sistem.
6. Programmer DP. Ia merupakan golongan programer khusus, yang ditugaskan di pelayanan informasi, yang diharapkan memberikan dukungan kepada end-user. Dukungan ini biasanya diberikan untuk menentukan harga kontrak.