Senin, 22 November 2010
Ibu
Karya: Khrisna Pabichara
Minggu, 21 November 2010
Sabar dalam Kekalahan
Hari-hari kekalahan terus terjadi. Belum lama, minimal ada dua orang yang sangat kecewa. Dia adalah Jusuf Kalla dan Megawati Soekarnoputri. Keduanya, baru saja mengalami kekalahan di pemilu.Dan, hati mereka mungkin sekarang bagai teriris sembilu menyaksikan SBY-Budiono dilantik menjadi presiden-wakil presiden.
Bukan hanya mereka berdua yang kecewa. Ada banyak hati yang teriris sembilu karena jago mereka kalah. Sayang, pemilihan presiden tidak memberi peluang untuk hasil seri. Hanya satu: kalah atau menang. Yang menang berbingar, yang kalah berteriak kecewa.
Sangat sulit, bagi saya, untuk bisa mengerti bagaimana mungkin JK bisa kalah telak. Bahkan, ia hanya menempati di posisi paling buncit. Ya, sudahlah, sudah kalah, mau menangis tiga jam tiga malam, tetap tidak akan mengubah keadaan.
Yang penting, meski kalah tetapi tetap bisa bersabar. Orang-orang yang berkompetisi, biasanya, semua ingin menang. Sayang, tidak semua bisa menjadi pemenang. Bahkan, jika kita jujur, dalam hidup ini justru lebih banyak yang kalah dibanding sebagai pemenang. Tidak heran, bila jumlah orang meskin di dunia jauh lebih banyak dibanding dengan orang yang berada di status kaya.
Kaya, jelas ukurannya adalah materi. Bukan yang lain. Padahal, lebih banyak orang meski yang kaya hati, dibandingkan dengan orang kaya. Orang kaya secara ekonomi, bisa juga kaya secara hati. Ini jarang.
Jika dalam hidup orang yang kalah lebih banyak, mestinya yang stress lebih banyak juga. Kenyataannya tidak. Yang banyak stress, justru orang-orang yang secara ekonomi tergolong mapan. Kaum papa, malah tidak pernah stress. Mereka tidak pernah pusing dengan semua problem yang dihadapi. Bahkan, tidak makan sehari pun, tetap santai. Setidaknya tidak ada orang yang bunuh diri karena tidak bisa mendapatkan makanan.
Saya punya kenalan yang bisa dengan tenang memaknai kekalahan. Sebut saja teman kita itu Kusnaini. Dia dulu punya kegemaran berjudi. Kusnaini ini bukan penjudi kelas teri. Jika berjudi, bukan seratus ribu yang dipertaruhkan. Tapi, minimal Rp 100 juta. Sekali kalah, mungkin bisa miliaran.
Di mana ia bisa berjudi? Kusnan berjudi bersama para gambler di tempat yang nyaman. Hotel, kapal pesiar, atau bahkan Las Vegas. Asal tahu saja, Kusnan ini memiliki members card penjudi di Genting Hightland dan Crismas Island. “Lihat saja kalang nggak percaya?” kata Kusnan membuka isi dompetnya.
Untuk menjadi anggota penjudi elit ini, dia minimal harus berkunjung ke sana minimal sekali sebulan (jika tak salah). Sekali bertaruh, paling sedikit Rp 100 juta. Ia pernah bercerita, suatu kali menang hingga membawa koin judinya pun ia tak sanggup. “Pokoknya banyak banget.”
Jika dia menang, maka garasi mobilnya akan penuh dengan mobil-mobil bermerek kelas atas. Bukan tanpa alasan ia investasi dengan mobil. “Gampang jualnya, jika saya perlu uang,” katanya.
Soal kalah? “Wah saya pernah bangkrut. Habis semuanya,” kata Kusnan yang biasa berkaca mata hitam ke manapun pergi ini. Kusnan mengaku dia biasa kok kalah. Ya namanya penjudi, tak pernah kapok. Judi telah menjadi candu.
Meski sering kalah daripada menang, Kusnan, tak jera-jera juga. Ia tidak pernah stress. “Ya seperti sampeyan main tenis Mas. Pernah kalah main tenis terus stres? nggak kan? Besoknya main lagi kan?” katanya.
Di dalam hidup, Kusnan memang mirip penjudi. Ia berulang kali mengalami pasang surut. Bangkrut, bangkit, bangkrut lagi. Apa yang membuatnya berhenti? “Saat anak saya ketahuan berjudi,” katanya.
Anak lelaki Kusnan, pernah ditangkap guru di kelas karena berjudi dengan teman-temannya. “Saya seperti ditampar. Kalau anak saya jadi penjudi, wah bisa bahaya,” katanya.
Dia berhenti. Ya berhenti. Karena berhenti berjudi, semua “kejahatan” yang biasa dia lakukan ikut pula berhenti. Misalnya, dia tidak pernah datang ke dukun lagi. Ia berhenti “jajan” seks. Ia juga berhenti minenggak minuman keras.
Semua ini bukan pekerjaan mudah. Tidak seperti menginjak pedal rem, yang membuat mobil bisa berhenti. Dia harus bertempur dengan syahwatnya. Ia bertarung dengan kata-kata menyakitkan dari teman-temannya yang masih aktif berjudi.
Ia beruntung punya istri yang bisa menempatkan diri. memberi semangat dan membimbing ke jalan yang lurus. Dan, kunci suksesnya sebenarnya adalah “hijrah.” Ia ganti nomor telepon, pindah rumah, dan berganti teman. Semua ia tinggalkan.
Dan, ia merangkak dari bawah lagi. “Gak papa, jika Alloh mengambil aku hari ini, aku sedikt lebih siap,” katanya.
Saya jadi teringat sebuah hadis di kitab Shohih Buchori, tentang kisah penjahat yang hendak bertaubat. Dia sudah membunuh 99 orang. Dia mendatangi seorang pendeta, bertanya, apakah dirinya bisa diterima taubatnya? Si pendeta menjawab, “Tidak mungkin. Dosamu terlalu banyak,” katanya.
Si Penjahat marah, dan ditebaslah leher orang itu. Maka, lengkaplah 100 orang korban kekejamannya. Dia pergi ke seorang alim. Jawaban yang diperoleh sungguh melegakan. “Bisa. Alloh maha pemaaf. Tinggalkanlah kaummu dan pergilah ke tempat lain, di sana kamu bisa bertaubat dan mengubah hidup,” kira-kira begitu nasehatnya.
Diperjalanan, dia meninggal. Beruntung jarak yang ditempuh sudah lebih dekat ke kota tujuan. Maka, meski dia belum melakukan kebaikan, ia telah diterima taubatnya.
Jumat, 12 November 2010
Surga Pengen. Beramal Ogah -_-?
Dikutip dari buku SOS( save our soul) karya : O. Solihin
dan disempurnakan oleh Felda Raissa Rahma
Lucu ya, pengen masuk surga, tapi ogah beramal. Hmm.. ini sih bukan hanya lucu, tapi juga aneh bin ajaib. Emangnya surga gratis? Nggak lha yauw. Kita-kita aja masih was-was, khawatir amalan baik selama ini nggak keterima karena mungkin nggak ikhlas. Lebih sedih lagi seharusnya jika kita berharap surga, tapi NGGAK PERNAH (atau SEDIKIT) beramal baik.
Sobat muda muslim, banyak diantara kita yang kepengen masuk surga, tapi diminta untuk SHOLAT aja SUSAHNYA SETENGAH MATI. Banyak juga diantara kita yang INGIN dapetin surga-Nya, tapi diminta TAAT dan PATUH sama ajaran-Nya aja ogah. Itu sih sama artinya ngarepin dapet uang pensiun , tapi tanpa kerja selagi usia produktif. Lucu dan aneh banget kan?
Pengen masuk surga, tapi tanpa beriman dan beramal shaleh, kira-kira mungkin nggak? Mimpi kali ye!
Ini sedikit renungan aja buat kita semua. Semoga kita mulai berbenah dalam hidup ini. Mumpung masih hidup. Jangan sia-siakan waktu kita. Kita bisa berbuat lebih banyak. Karena kita nggak pernah tahu kapan kita dijemput oleh Malaikat Izrail untuk menghadap Allah SWT. dan mempertanggung-jawabkan perbuatan kita selama di dunia. Mumpung masih ada waktu,sebisa mungkin kita mengumpulkan banyak amal baik untuk bekal di akhirat kelak.
Rasulullah SAW. bersabda, "Bersegeralah menunaikan amal-amal kebajikan. Karena, saatnya nanti akan datang banyak fitnah, bagaikan penggalan malam yang gelap gulita. Betapa bakal terjadi seseorang yang di pagi hari dalam keadaan beriman, di sore harinya ia akan menjadi kafir. Dan seseorang yang di waktu sore masih beriman, keesokan harinya menjadi kafir. Ia menjual agamanya dengan komoditas dunia." (HR Bukhari dan Muslim)
Semoga kita semua dimudahkan oleh Allah Ta'ala untuk melakukan amalan yang baik sesuai ajaran Islam. Ditanamkan dalam hati kita untuk gampang menerima kebenaran dan mengamalkannya. Semoga.
Semangat perubahan!! YES ^^_
Kamis, 11 November 2010
Ayoo main logika
Loohh?? saya bingung, tadi kan utang saya 50rb??
Bila ditanyakan kepada banyak orang pasti jawaban mereka beraneka ragam, ada yang muter muter kesana kemari jawabannya, ada pun yang bener bener ngaco jawabannya…
Sebelum saya pecahkan masalah ini, saya mau cerita nehh… tepatnya tengah malem,entah dia udah ngantuk atau ngelindur tapi bgini jawabannya….
47 / 2 = 23.5
Sisa 3rb. @ 1rb
24+24=48
50-49=1rb. @ 0.5 di Abi & Amel
24-23.5= 0.5
Aku ga bisa bilang ini salah tapi hasil akhirnya meragukan, karena saya memulangkan uang @ 1rb ke Abi & Amel. Jadi ga ada pecahan 0.5 (atau 500).
Tapi aku jawab ke dia begini…
Gag usah ribet, itu angka 50rbnya gag usah dihiraukan, dia hanya sebagai pengecoh,, jadi intinya td kan ngutang @25rb Abi & Amel total 50rb dikurangi ama 2rb yg dibalikin jadi tinggal 48rb + (1rb uang yang ada dikantong saya)**
**saya kecoh pikirannya, apa bener bener kejebak atau tidak…(ini mengandung perhitungan ganda)
Trus akhirnya saya tanya lagi….
“Sebenernya tadi saya ngutang berapa sih??”
Kata dia…
“Ya 49rb…”
**Stop sampai disini ceritanya…
Aduh aduh,,,berarti nih anak gag mudeng ya… Sebelum menjawab pertanyaan ini mending ikutin dulu sugesti dari saya :
1. Hilangkan yang kalian itung adalah uang, uang dapat menutup mata kita **cya elaahh…
2. Hindari perhitungan duplicate
Dengerin dulu deh cerita dulu waktu saya masih SD. Waktu itu saya punya uang 5rb di tas. Biasanya mamah ngasih uang jajan 3rb per hari. Kebetulan mamah lagi ga ada uang hari itu, kata mamah gini “Ndriee,,,mamah pinjem uang dulu ya buat ongkos kamu, nanti malam mamah ganti..”….Trus sampai disekolah saya gunain uang 3rb yg ada di tas buat jajan, sisanya 2rb buat simpanan. Pas lagi jajan saya mikir hutang mamah kepada saya, ini saya jajan 3rb nanti diganti mamah trus tadi ongkos kan mamah hutang 3rb, jadi 6rb…Ngacoo aja neh ngitungnya!!!hha…Maklum dulu masih kecil…Jadi yang saya hitung tadi itu adalah perhitungan duplicate, kenapa bisa begitu?? Itu karena yang kita hitung adalah uang, jadi kita menghitung semau kita dan maunya untung, tanpa kita sadari…
Ohya pernyataan diatas kenapa terjadi perhitungan ganda? Pikir saja, uang yang dikantong 1rb boleh hasil hutang knp dihitung lagi!!
Menurut saya langsung saja jumlah hutangnya adalah…
**sedang berfikir, hapus saja ingatan kalo itu adalah uang. Tadi kan saya ga bawa uang, di kantong kog bisa ada 1rb dan ditambah tadi makan 47rb…
Jadi 47rb + 1rb = 48 rb..
Hoho hutang saya banyak sekali kan 48rb??ckck…**geje
Story by Andri
Rabu, 06 Oktober 2010
Sombong tapi ga bermaksud??
Biasa neh kalo FBan pasti ada aja yang ngajak chat....
orang yg disamping saya udah cukup kenal lah coz udah biasa ngobrol2 di FB tp sekali pun belom pernah ketemu maen pump bareng....
Haha...dy agak sombong si...eh maksud w sombong bgt,,,meninggikan kemampuan dy maen pump tapi merendahkan w yang maennya gitu gitu aja T_T
Sakit hati si kalo ngerasa direndahin,tp w tau orang yg seperti ini ga bermaksud untuk menghina kog,,,cma ingin menunjukan kehebatan dy yg udah bisa dibilang dewa dalam pump...tp cara'a salah....dimaklumkan saja..hhe
Lagipula org ini masih SMP,,belom tau tata cara bergaull....ho ho ho....
Rabu, 22 September 2010
Protes Nilai 23092010
Hari ini mau ke kampus (padahal lagi ga ada jadwal),
Hoooaaam....bangun jam setengah 7, seperti biasa mandi sarapan sambil nonton avatar...
Cabut dari rumah jam 08.30 langsung meluncur ke J3 (gedung gunadarma baru).
Niat gw kesini rencananya mau protes Nilai softskill yg belom keluar alias "P" ama bu Neljie.
wah ga nyangka Herman udh didepan sekdos, Herman tuch ketua kelas kami yang paling bertanggung jawab ^^
Jam 09.00 kami menunggu dosen tersebut, berharap selesai mengajar langsung balik keruang dosen...
Lama menunggu...sekitar 20 menit lah...trus kami liat bu neljie turun ke bawah, "Wah pasti tuch dosen mau ngambil buku di mobilnya" kata herman yang sambil liatin dosen tersebut sambil diikutin ama 2 mahasiswanya...
Kami pun ikut turun,Keliatannya lagi sibuk tuch dosen,padahal udh berpapasan berkali2 tp gada yg berani ngomong...Akhirnya kami keatas untuk memotong jalan bu Neljie.Akhirnya gw beranikan diri untuk berentikan langkah dosen itu...
gw -> "Bu,maaf ganggu bentar"
dosen -> " ya ada apa??"
gw -> "anu bu,,,itu saya ingin menanyakan nilai softskill kami yg belom keluar..."
dosen -> "kelas berapa??"
gw & herman-> "2DB14"
dosen -> "udah kog udah,,,liat aja lewat online"
gw & herman -> "UDAH BUU??"
dosen -> "iya udh...."
Kami pun bilang terimakasih dan saling menatap kebingungan....
dosennya lalu masuk ke kelas...
"truss kita kemana MAN??" tanya w....
"yaudah ke kalimalang aja,liat di ILONG..." kata herman...
ok dehh,,,lalu gw ke parkiran ngambil motor JUPITER Z biru w...cabut ke kalimalang.
Jam 10.00 udah di parkiran J1 kalimalang...parkiran sungguh sesak....tak sangka herman dibelakang gw,gw kira udah duluan tadi...
Di ILONG gw buru buru buka studentsite,,,lemotthh bgt neh ILONG...
akhirnya kebuka jg neh studentsite,,,yesss softskill w dapet A,tp DNS w naik dikit bgt,naik 0.01 jadi 3.62 ,Alhamdulillah deh dapet nilai segitu ^^_
Emang gada yg special neh dari cerita ini,,,tp ini tuntutan matkul softskill... T_T
Rabu, 07 April 2010
Kamis, 12 November 2009
Tolong bantuin gw!!!
Hari Sial 10112009
ngampus Gunadarma University kelas w lagi praktek jam 13.30-15.30.
selesai dari praktek pala w pusing mendadak,,,di lobby w ketemu temen pengulangan sks,w samperin deh...akirnya disana w ngerjain LA pengulangan,karena diluar hujannya udah berenti n' pala w puyeng bgt,akhirnya w pulang aja walaupun LA belom jadi.
Sesampai di tengah perjalanan hujan deres...air yang jatuh dari langit terasa menyakitkan mengenai wajah w.w terjang tuh hujan coz w pikir ga bakal berenti sebentar tuh ujan...kacamata n' penutup helem dah ga bisa dijadiin tameng coz udah burem bgt...
sesampai dirumah w melepaskan semua pakaian w truz mandi.
kepala terasa sakit sekali sampai ga bs berdiri,tangan mulai keram,badan panas,tp org dirumah ga ada yg peduli n sbug dengan pilem yang baru dibeli bokap...akhirnya dalam dua hari sakit itu hilang tp sakit dihati masih terasa...