Tampilkan postingan dengan label Final Fantasy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Final Fantasy. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Januari 2012

OHH TIDAAKK... FF XIII-2 mengecewakan?

OHH tidak.... belom main FF XIII-2 tapi udah dikeritik aja ini game.... makin down dan agak kecewa, padahal udah gw tunggu-tunggu banget. :(((((


Berikut artikel yg gw baca di salah satu web forum:

Jakarta - Salah satu reviewer mengkritik pedas Fantasy XIII-2. Menurutnya, game tersebut tidak sesuai dengan yang digembar-gemborkan. Bahkan lebih buruk dari seri sebelumnya.

Kritik tersebut ditulis salah satu majalah yang fokus mengulas game, Gameinformer. Di sini, Fantasy XIII-2 dianggap tidak memiliki alur cerita yang pas.

Dituliskan juga bahwa Fantasy XIII-2 memiliki gaya narasi buruk, serta suara latar yang tidak sesuai dengan sistem permainannya.

"Terlalu banyak lagu pop, dan lirik yang menceritakan tentang semangat pantang menyerah," tulis majalah terbitan bulan Februari tersebut

Namun tidak melulu menuliskan soal sisi buruk Fantasy XIII-2, ulasan tersebut juga menuliskan soal kualitas grafis game ini yang luar biasa. Ditambah lagi banyak gaya pertempuran yang menarik, membuat game ini tetap dinilai layak mendapat skor 8 dari 10.

Fantasy XIII-2, merupakan game role-playing yang dirancang khusus untuk PlayStation 3. Di Jepang, game ini sudah dirilis pada Desember 2011 lalu, sedangkan di negara lain baru dijadwalkan pada Februari 2012.

Sabtu, 18 Juni 2011

Serah Farron in FFXIII-2

Serah Theme
Make my wish come true, let darkness slip aside
Hiding all our hope, mocking what we treasure
Battles we can win, if we believe our souls
Hang in for the light, till dawn
Fate will not leave you, hate will not heal you
Pray and one day, peace shall flow everywhere
Tenang bgt denger neh lagu....

Tentang Serah Farron

Di Final Fantasy XIII-2, Serah Farron yang merupakan adik perempuan dari Lightning akan berperan sebagai salah satu tokoh utama. Juga tampaknya, mungkin di FFXIII-2, Lightning menghilang sehingga merupakan tugas dari Serah untuk menemukan dimana Lightning berada.

Rabu, 11 Mei 2011

Karakter Final Fantasy 13

Lightning
Heroine utama FF XIII. FF kali ini benar-benar menempatkan karakter wanita sebagai tokoh utama. Walaupun peran karakter wanita cukup besar dalam FF sebelumnya, namun baru FF XIII ini yang benar-benar memberikan tempat utama bagi karakter wanita. Nama Lightning adalah kode nama, dan nama sebenarnya darinya sampai saat ini belum diketahui, namun menurut sutradara Toriyama nantinya player akan mengetahui nama sebenarnya dari Lightning seiring berjalannya permainan. Lightning memakai senjata yang sangat mirip Gunblade pada FF VIII. Tetsuya Nomura sebagai desainernya mendesain Lightning mirip dengan Cloud Strife, tokoh utama FF VII. Voice act versi jepang dari Lightning adalah Maaya Sakamoto, yang juga pernah mengisi suara Aerith dalam FF VII AC.




Snow Villiers
Hero utama FF XIII. Walaupun dianggap sebagai hero laki-laki utama pada FF XIII namun perannya dipastikan tidak akan melebihi Lightning. Snow adalah seorang pemimpin pemberontak yang bernama Tim NORA yang selalu menentang Cocoon. Para staff FF XIII memberikan julukan “Mr 33 cm” bagi Snow karena ukuran sepatunya. Dibandingkan Lightning yang mempunyai kecepatan tinggi, Snow lebih mengandalkan kekuatan fisik untuk mengalahkan lawan-lawannya. Snow juga diperlihatkan bisa men-summon Shiva yang bisa berubah wujud menjadi motor dan bisa dikendarai Snow. Voice act Snow versi jepang adalah Daisuke Ono.



Oerba Dia Vanille
Gadis ini merupakan karakter yang akan berperan cukup besar nantinya pada FF XIII. Oerba digambarkan sebagai gadis yang optimis namun membawa beban yang sangat berat didalam hatinya. Oerba tinggal di Pulse, dan sudah terbiasa dengan bahaya yang ada sehari-harinya. Oerba diberitakan akan memakai senjata yang mirip panah sebagai senjata utamanya. Pada trailer FFXIII baru baru ini diberikan sedikit informasi mengenai "Vision" yang diterima oleh Vanille, bisa diprediksi bahwa vanille juga merupakan seorang l'cie. Voice act Oerba versi jepang adalah Yukari Fukui.





Sazh Katzroy
Partner Lightning yang pertama dan juga seorang mantan PSICOM sama seperti Lightning. Sazh adalah karakter yang tertua dalam kelompok Lightning sampai saat ini. Bisa dibilang Sazh adalah karakter comic relief dalam FF XIII, yang akan memberikan nuansa komedi karena tindakan-tindakannya yang lucu, seperti halnya Sazh memelihara seekor Chocobo kecil yang bersarang pada rambut afronya. Sazh memakai dual-handgun untuk senjata utamanya dan bertarung dengan menggunakan kuda kuda yang unik. Voice act Sazh versi jepang adalah Masashi Ebara.







Hope Estheim

Hope adalah seorang anak muda berumur 14 tahun yang ikut bergabung dengan kelompok Lightning. Hope digambarkan memiliki rambut perak dan memakai baju dengan corak warna oranye, kuning, dan hijau. Menurut sutradara FF XIII, Hope merupakan anggota termuda dari anggota Lightning, dan Hope juga memiliki sifat yang kekanak-kanakan serta hati yang mudah terluka. Alasan Hope bergabung dengan kelompok Lightning adalah ingin membalas dendam pada Snow atas kematian ibunya yang ikut bergabung dengan kelompok pemberontak melawan Cocoon. Namun, Snow malah ingin melindungi Hope sebagai permintaan terakhir ibu Hope yang meninggal. Dalam battle, Hope memakai sebuah boomerang untuk menyerang musuh, Voice actor Hope versi jepang adalah Yuki Kaji.


Cie'th Stone Final Fantasy 13

Hey all! Here is a checklist of the Cie’th Stone Mark Missions so you can make sure you have them all. Good luck and good hunting.

Some of these missions are REALLY difficult. My biggest tip for the more difficult missions is to make Vanille your party leader as a Saboteur. The other two members should be a Sentinel and a Medic. You are going to constantly spam the “death” spell to try and instant kill the mark. Make sure you have the Belladonna staff equipped to increase it’s odds of the spell hitting. Also, it is MUCH easier if you use shrouds before entering the battle to give yourself haste, faith and other buffs.

If there are any questions or comments, please post them in the comments section below.

Mission 01: Pond Scum
Mark: Ectopudding
Cie’th Stone Location: The Archylte Steppe – Central Expanse
Mark Location: The Archylte Steppe – Central Expanse
Class: D
Unlock Condition: None
Reward: Energy Sash
Secondary Reward: Bomb Core

Mission 02: Goodwill Hunting
Mark: Uridimmu
Cie’th Stone Location: The Archylte Steppe – Central Expanse
Mark Location: The Archylte Steppe – Central Expanse
Class: D
Unlock Condition: Complete Mission 01
Reward: Cobalitite
Secondary Reward: Bomb Shell (x3)

Mission 03: Massif Contamination
Mark: Ugallu
Cie’th Stone Location: The Archylte Steppe – Central Expanse
Mark Location: Yaschas Massif – Tsubaddran Highlands
Class: D
Unlock Condition: Complete Mission 02
Reward: Cobaltite
Secondary Reward: Bomb Core (x3)

Mission 04: A Hero’s Charge
Mark: Adroa
Cie’th Stone Location: Yaschas Massif – Tsubaddran Highlands
Mark Location: Yaschas Massif – The Ascendant Scarp
Class: D
Unlock Condition: Complete Mission 02
Reward: Pearl Necklace
Secondary Reward: Bomb Shell (x3)

Mission 05: Joyless Reunion
Mark: Edimmu
Cie’th Stone Location: Yaschas Massif – The Ascendant Scarp
Mark Location: Yaschas Massif – Tsumitran Basin
Class: D
Unlock Condition: Complete Mission 03
Reward: Sorcerer’s Mark
Secondary Reward: Bomb Core (x5)

Mission 06: No Place Like Home
Mark: Munchkin Maestro
Cie’th Stone Location: Yaschas Massif – Paddraean Archaeopolis
Mark Location: Yaschas Massif – The Pass of Paddra
Class: C
Unlock Condition: Complete Mission 03
Reward: Fulmen Ring
Secondary Reward: Bomb Shell (x3)

Mission 07: Bituitus, The Pillager
Mark: Bituitus
Cie’th Stone Location: Yaschas Massif – Paddraean Archaeopolis
Mark Location: Yaschas Massif – Paddraean Archaeopolis
Class: C
Unlock Condition: Complete Mission 03
Reward: R&D Depot Retail Network Access
Secondary Reward: Bomb Core (x5)

Mission 08: The Eleventh Hour
Mark: Rakshasa
Cie’th Stone Location: Vallis Media – Base Camp
Mark Location: Vallis Media – Atzilut’s Tears
Class: C
Unlock Condition: Complete Mission 05
Reward: Collector Catalog
Secondary Reward: Bomb Shell (x3)

Mission 09: Heave-Ho
Mark: Kaiser Behemoth
Cie’th Stone Location: The Archylte Steppe – Central Expanse
Mark Location: The Archylte Steppe – Central Expanse
Class: C
Unlock Condition: Complete Mission 04
Reward: Rhodochrosite
Secondary Reward: Bomb Core (x3)

Mission 10: Hollow Hope
Mark: Ambling Bellows
Cie’th Stone Location: The Archylte Steppe – Central Expanse
Mark Location:The Archylte Steppe – Northern Highplain
Class: C
Unlock Condition: Complete Mission 05
Reward: Superconductor (x4)
Secondary Reward: Thrust Bearing (x3)

Mission 11: Pride Before A Fall
Mark: Adroa
Cie’th Stone Location: The Archylte Steppe – Northern Highplain
Mark Location: The Archylte Steppe – Central Expanse
Class: C
Unlock Condition: Complete Mission 05
Reward: Frost Ring (x2)
Secondary Reward: Bomb Shell (x3)

Mission 12: Geiseric, The Profane
Mark: Geiseric
Cie’th Stone Location: The Archylte Steppe – Arid Strath
Mark Location: The Archylte Steppe – Western Benchland
Class: C
Unlock Condition: Complete Missions 05 and 07
Reward: Royal Armlet
Secondary Reward: Bomb Core (x5)

Mission 13: Eternity Unpromised
Mark: Goblin Chieftain
Cie’th Stone Location: The Archylte Steppe – Central Expanse
Mark Location: The Archylte Steppe – Northern Highplain
Class: C
Unlock Condition: Complete Mission 12
Reward: Cobaltite
Secondary Reward: Bomb Shell (x4)

Mission 14: Defender Of The Flock
Mark: Sahagin
Cie’th Stone Location: The Archylte Steppe – Western Benchland
Mark Location: The Archylte Steppe – Font of Namva
Class: C
Unlock Condition: Complete Mission 13
Reward: Gysahl Reins (allows you to ride chocobos)
Secondary Reward: Bomb Shell (x3)

Mission 15: Tribal Warfare
Mark: Goblin Chieftain
Cie’th Stone Location: The Archylte Steppe – Central Expanse
Mark Location: The Archylte Steppe – Northern highplain
Class: C
Unlock Condition: Complete Mission 12
Reward: Survivalist Catalog
Secondary Reward: Bomb Shell (x4)

Mission 16: Surrogate Slayer
Mark: Sahagin
Cie’th Stone Location: The Archylte Steppe – Eastern Tors
Mark Location: The Archylte Steppe – Font of Namva
Class: B
Unlock Condition: Complete Mission 12
Reward: Rhodochrosite
Secondary Reward: Bomb Shell (x4)

Mission 17: A Widow’s Wrath
Mark: Pulsework Champion
Cie’th Stone Location: The Archylte Steppe – Northern Highplain
Mark Location: The Archylte Steppe – Northern Highplain
Class: B
Unlock Condition: Complete Mission 12
Reward: Perfect Conductor (x3)
Secondary Reward: Piezoelectric Element (x4)

Mission 18: So Close, Yet So Far
Mark: Ambling Bellows
Cie’th Stone Location: Mah’habara – Twilit Cavern
Mark Location: Mah’habara – Twilit Cavern
Class: C
Unlock Condition: Complete Mission 12
Reward: Sorcerer’s Mark
Secondary Reward: Piezoelectric Element (x4)

Mission 19: Triangle of Tragedy
Mark: Uridimmu
Cie’th Stone Location: Sulyya Springs – Ceiling of Sky
Mark Location: Sulyya Springs – Subterranean Lake
Class: C
Unlock Condition: Complete Mission 18
Reward: Cobaltite
Secondary Reward: Bomb Shell (x5)

Mission 20: Words Unspoken
Mark: Goblin Chieftain
Cie’th Stone Location: Taijin’s Tower – The Palisades
Mark Location: Taijin’s Tower – The Palisades
Class: C
Unlock Condition: None
Reward: Rhodochrosite
Secondary Reward: Bomb Shell (x5)

Mission 21: A Tremulous Terror
Mark: Gelatitan
Cie’th Stone Location: Taejin’s Tower – Second Tier
Mark Location: Taejin’s Tower – Second Tier
Class: C
Unlock Condition: None
Reward: Speed Sash
Secondary Reward: Bomb Shell (x4)

Mission 22: Infernal Machine
Mark: Ambling Bellows
Cie’th Stone Location: Taejin’s Tower – Second Tier
Mark Location: Taejin’s Tower – Second Tier
Class: C
Unlock Condition: None
Reward: Particle Accelerator (x3)
Secondary Reward: Electrode (x3)

Mission 23: Natural Defenses
Mark: Garangatch
Cie’th Stone Location: Taejin’s Tower - Second Tier
Mark Location: Taejin’s Tower – Second Teir
Class: B
Unlock Condition: None
Reward: Warrior’s Wristband
Secondary Reward: Bomb Shell (x4)

Mission 24: A Potent Sting
Mark: Mushussu
Cie’th Stone Location: Taejin’s Tower – Fifth Tier
Mark Location: Taejin’s Tower – Fifth Tier
Class: B
Unlock Condition: Complete Missions 21 – 23
Reward: Moonblossom Seed (x6)
Secondary Reward: Moonblossom Seed

Mission 25: Spectral Haunt
Mark: Vetala
Cie’th Stone Location: Taejin’s Tower – Sixth Tier
Mark Location: Taejin’s Tower – Fifth Tier
Class: B
Unlock Condition: Complete Missions 21 – 23
Reward: Cobaltite
Secondary Reward: Bomb Core (x6)

Mission 26: So Shrill, The Cry
Mark: Penanggalan
Cie’th Stone Location: Taejin’s Tower – Fifth Tier
Mark Location: Taejin’s Tower – Sixth Tier
Class: B
Unlock Condition: Complete Missions 21-23
Reward: Diamond Bangle
Secondary Reward: Bomb Core (x6)

Mission 27: Mithridates, The Lone
Mark: Mithridates
Cie’th Stone Location: Taejin’s Tower – The Cloven Spire
Mark Location: Taejin’s Tower – The Ground Tier
Class: B
Unlock Condition: Defeat Dahaka
Reward: Blaze Ring
Secondary Reward: Bomb Core (x6)

Mission 28: Faded Glory
Mark: Ceratosaur
Cie’th Stone Location: Oerba – Village Proper
Mark Location: Oerba – Village Proper
Class: C
Unlock Condition: None
Reward: Giant’s Glove
Secondary Reward: Bomb Shell (x5)

Mission 29: Faltering Faith
Mark: HE’S THE JUGGERNAUT BITCH!
Cie’th Stone Location: Mah’habara – Maw of the Abyss
Mark Location: Taejin’s Tower – The Palisades
Class: B
Unlock Condition: Uraninite
Reward: Mobius Coil (x3)
Secondary Reward:

Mission 30: Syphax, The Insidious
Mark: Syphax
Cie’th Stone Location: The Archylte Steppe – Haerii Oldroad
Mark Location: Mah’habara – Abandoned Dig
Class: B
Unlock Condition: Reash Sulyya Springs
Reward: Uraninite
Secondary Reward: Bonb Core (x6)

Mission 31: Newfound Purpose
Mark: Pulsework Champion
Cie’th Stone Location: The Archylte Steppe – Haerii Archaeopolis
Mark Location: The Archylte Steppe – Haerri Archaeopolis
Class: B
Unlock Condition: Complete Missio 30
Reward: Perfect Conductor (x3)
Secondary Reward: Crystal Oscillator (x2)

Mission 32: And Then There Was One
Mark: Zenobia
Cie’th Stone Location: The Archylte Steppe – Way of the Ancients
Mark Location: The Archylte Steppe – Haerii Archaepolis
Class: B
Unlock Condition: Complete Mission 30
Reward: Hermes Sandals
Secondary Reward: Bomb Core (x7)

Mission 33: A Parent’s Pledge
Mark: Gurangatch
Cie’th Stone Location: The Archylte Steppe – Haerii Archaeopolis
Mark Location: The Archylte Steppe – Eastern Tors
Class: B
Unlock Condition: Complete Missio 30
Reward: White Cape
Secondary Reward: Bomb Shell (x5)

Mission 34: Zenobia, The Butcher
Mark: Zenobia
Cie’th Stone Location: The Archylte Steppe – Way of the Ancients
Mark Location: The Archylte Steppe – Haerii Archaepolis
Class: B
Unlock Condition: Complete Mission 30
Reward: Hermes Sandals
Secondary Reward: Bomb Core (x7)

Mission 35: The Road Less Traveled
Mark: Gurangatch
Cie’th Stone Location: Faultwarrens – Truthseeker’s
Mark Location: Faultwarrens – Primeval Crossroads
Class: C
Unlock Condition: None
Reward: Witch’s Bracelet
Secondary Reward: Bomb Shell (x5)

Mission 36: Dark Deliverance
Mark:Amam
Cie’th Stone Location: Faultwarrens – Primeval Crossroads
Mark Location: Faultwarrens – A Dance of Shadow
Class: C
Unlock Condition: Complete Mission 35
Reward: Uraninte
Secondary Reward: Bomb Shell (x6)

Mission 37: Dying of the Light
Mark: Rafflesia
Cie’th Stone Location: Faultwarrens – Primeval Crossroads
Mark Location:Faultwarrens – A Dance of Light
Class: C
Unlock Condition: Complete Mission 35
Reward: Star Pendant
Secondary Reward: Bomb Shell (x5)

Mission 38: Moonlit Madness
Mark: Verdelet
Cie’th Stone Location: Faultwarrens – A Dance of Shadow
Mark Location: Faultwarrens – Via Lunae
Class: B
Unlock Condition: Complete Mission 36
Reward: Diamond Bangle
Secondary Reward: Bomb Shell (x5)

Mission 39: Seeing Stars
Mark: Ochu
Cie’th Stone Location: Faultwarrens – A Dance of Shadow/A Dance of Light
Mark Location: Faultwarrens – Via Stellarum
Class: C
Unlock Condition: Complete Mission 36
Reward: Siltstone Ring
Secondary Reward: Moonblossom Seed (x2)

Mission 40: Solar Power
Mark: Verdelet
Cie’th Stone Location: Faultwarrens – A Dance of Light
Mark Location: Faultwarrens – Via Solis
Class: B
Unlock Condition: Complete Mission 37
Reward: Zealot’s Amulet
Secondary Reward: Bomb Shell (x5)

Mission 41: Gaian Grundge
Mark: Tonberry
Cie’th Stone Location: Faultwarrens – Via Lunae
Mark Location: Faultwarrens – Gaian Path
Class: A
Unlock Condition: Complete Missio 38
Reward: Doctor’s Code
Secondary Reward: Tonberry Figurine

Mission 42: Antihero
Mark: Borgbear Hero
Cie’th Stone Location: Faultwarrens – Via Lunae/Via Stellarum
Mark Location: Faultwarrens – Salamandrine Path
Class: B
Unlock Condition: Complete Mission 38
Reward: Witch’s Bracelet
Secondary Reward: Bomb Core(x7)

Mission 43: The Hero Never Dies
Mark: Borgbear Hero
Cie’th Stone Location: Faultwarrens – Via Stellarum / Via Solis
Mark Location: Faultwarrens – Sylphid Path
Class: B
Unlock Condition: Complete Mission 39
Reward: Speed Sash
Secondary Reward: Bomb Core (x7)

Mission 44: The Old Ones Go To Rust
Mark: Corrosive Custard
Cie’th Stone Location: Faultwarrens -Via Solis
Mark Location: Faultwarrens – Titan’s Throne
Class: A
Unlock Condition: Complete Mission 40
Reward: General’s Belt
Secondary Reward: Bomb Shell (x7)

Mission 45: Emergent Evolution
Mark: Neochu
Cie’th Stone Location: Faultwarrens – Gaian Path
Mark Location: Faultwarrens – Titan’s Throne
Class: A
Unlock Condition: Complete Mission 41
Reward: Hunter’s Friend
Secondary Reward: Moonblossom Seed (x3)

Mission 46: On Silent Wings
Mark: Zirnitra
Cie’th Stone Location: Faultwarrens – Salamandrine Path
Mark Location: Faultwarrens – Titan’s Thrown
Class: A
Unlock Condition: Complete Mission 42
Reward: Gilgamesh, Inc (Retail Network)
Secondary Reward: Bomb Core (x10)

Mission 47: Unfocused Rage
Mark: Raktavija
Cie’th Stone Location: Faultwarrens – Salamandrine Path
Mark Location: Faultwarrens – Titan’s Thrown
Class: B
Unlock Condition: Complete Mission 42
Reward: Mnar Stone
Secondary Reward: Bomb Core (x10)

Mission 48: The Abyss Stares Back
Mark: Verdelet
Cie’th Stone Location: Faultwarrens – Sylphid Path
Mark Location: Faultwarrens – Titan’s Throne
Class: A
Unlock Condition: Complete Mission 43
Reward: Twenty-sided Die
Secondary Reward: Bomb Shell (x10)

Mission 49: Tyrannicide
Mark: Tyrant
Cie’th Stone Location: Faultwarrens – Sylphid Path
Mark Location: Faultwarrens – Titan’s Throne
Class: A
Unlock Condition: Complete Mission 43
Reward: Particle Accelerator (x7)
Secondary Reward: Crystal Oscillator (x2)

Mission 50: Road To Predation
Mark: Humbaba
Cie’th Stone Location: Faultwarrens – Neired Path
Mark Location: Faultwarrens – Titan’s Throne
Class:B
Unlock Condition: Complete Mission 44
Reward: Scarletite
Secondary Reward: Bomb Core (x7)

Mission 51: Attacus, The Soulless
Mark: Attacus
Cie’th Stone Location: Faultwarrens – Sylphid Path
Mark Location: Faultwarrens – Titan’s Throne
Class: A
Unlock Condition: Complete Missions 35-50
Reward: Genji Glove
Secondary Reward: Bomb Core (x10)

Mission 52: Head In The Clouds
Mark: Zirnitra
Cie’th Stone Location: The Archylte Steppe – Western Benchland
Mark Location: The Archylte Steppe – Eastern Tors
Class: A
Unlock Condition: Rach Sulyya Springs
Reward: Gale Ring
Secondary Reward: Bomb Core (x7)

Mission 53: Freedom From Fear
Mark: Zirnitra
Cie’th Stone Location: Mah’habara – An Asylum From Light
Mark Location: Yaschas Massif – The Pass of Paddra
Class: A
Unlock Condition: None
Reward: Blaze Ring
Secondary Reward: Bomb core (x10)

Mission 54: The Bigger They Are…
Mark: Gigantuar
Cie’th Stone Location: The Archylte Steppe – Northern Highplain
Mark Location: The Archylte Steppe – Eastern Tors
Class: B
Unlock Condition: Find a Cactuar
Reward: Cactuar Doll
Secondary Reward: Chocobo Plume (x2)

Mission 55: Can’t We All Just Get Along?
Mark: Neochu
Cie’th Stone Location: Oerba – Deserted Schoolhouse (Roof)
Mark Location: The Archylte Steppe – Aggra’s Pasture
Class: A
Unlock Condition: Defeat Barthandelus in Oerba and complete Mission 14
Reward: Growth Egg (Awesome)
Secondary Reward: Moonblossom Seed (x2)

Mission 56: A Toothy Grin
Mark: Ugallu
Cie’th Stone Location: The Archylte Steppe – Eastern Tors
Mark Location: Yaschas Massif – The Ascendant Scarp
Class: C
Unlock Condition: Reach Taejin’s Tower
Reward: Rhodochrosite
Secondary Reward: Bomb Shell (x5)

Mission 57: What’s Yours Is Brine
Mark: Sahagin
Cie’th Stone Location: The Archylte Steppe – Eastern Tors
Mark Location: Vallis Media – Atzilut’s Tears
Class: C
Unlock Condition: Reach Taejin’s Tower
Reward: Uraninte
Secondary Reward: Bomb Shell (x5)

Mission 58: The Culler of Many
Mark: Humbaba
Cie’th Stone Location: The Archylte Steppe – Eastern Tors
Mark Location: Mah’habara – The Earthworks
Class: B
Unlock Condition: Reach Taejin’s Tower
Reward: Speed Sash
Secondary Reward: Bomb Shell (x5)

Mission 59: Two-Faced Fiend
Mark: Zirnitra
Cie’th Stone Location: The Archylte Steppe – Eastern Tors
Mark Location: Sulyya springs – Subterranean Lake
Class: A
Unlock Condition: Reach Taejin’s Tower
Reward: Energy Sash
Secondary Reward: Bomb Core (x6)

Mission 60: Degela Vu
Mark:Gelatitan
Cie’th Stone Location: The Archylte Steppe – Eastern Tors
Mark Location: Taejin’s Tower – The Cloven Spire
Class: A
Unlock Condition: Reach Oerba
Reward: Mnar Stone
Secondary Reward: Bomb Core (x7)

Mission 61: I, Juggernaut
Mark: Juggernaut
Cie’th Stone Location: The Archylte Steppe – Eastern Tors
Mark Location: Oerba – Village Proper
Class: A
Unlock Condition: Reach Oerba
Reward: Royal Armlet
Secondary Reward: Crystal Oscillator (x2)

Mission 62: Idomitable Will
Mark: Raktavija
Cie’th Stone Location: The Archylte Steppe – Eastern Tors
Mark Location: The Archylte Steppe – Central Expanse
Class: A
Unlock Condition: Reach Taejin’s tower
Reward: Genji Glove
Secondary Reward: Bomb core (x10)

Mission 63: Crushed By Doubt
Mark: Adamantortois
Cie’th Stone Location: Sulyya Springs – Subterranean Lake
Mark Location: The Archylte Steppe – Eastern Tors
Class: A
Unlock Condition: Reach the Faultwarrens
Reward: Genji Glove
Secondary Reward: Gold Nugget

Mission 64: The Doomherald
Mark: Vercingetorix
Cie’th Stone Location: Oerba – Rust-eaten Bridge
Mark Location: Yaschas Masif – Paddraean Archaeopolis
Class: A
Unlock Condition: Defeat Barthandelus in Oerba and complete Missions 27 and 51
Reward: Gold Watch
Secondary Reward: Bomb Core (x10)


Source : http://www.gamexeon.com/forum/console-news/48129-nama-character-final-fantasy-13-a.html

Minggu, 21 November 2010

Final Fantasy X-2 Overview

Developer : Squaresoft
Publisher : Squaresot, Square Enix
Release Date : 13 Maret 2003 (JP), 18 November 2003 (US), 19 Februari 2004 (JP Int)
Genre : Role Playing Game
Media : DVD-ROM (1)
Platform : PlayStation 2
Official Website : http://na.square-enix.com/games/FFX-2/


box artTHE BEGINNING

Final Fantasy X-2 adalah FF terakhir yang dikembangkan oleh Squaresoft (yang sekarang merger dengan Enix). FF X-2 mulai dikembangkan pada awal tahun 2002, beberapa bulan setelah FF X rilis (dan sukses) di pasaran. Waktu pengerjaan FF X-2 relatif cepat (hanya sekitar satu tahun) karena para staf sudah terbiasa dengan mekanisme FF X. Game ini diproduseri oleh Yoshinori Kitase dan disutradarai oleh Motomu Toriyama. Skenario ditulis oleh Kazushige Nojima dan Daisuke Watanabe, sementara desain karakter ditangani oleh Tetsuya Nomura.

Saat dirilis tahun 2003, FF X-2 mendapat sambutan positif oleh para fans. Terbukti dengan laris manisnya penjualan game ini di seluruh dunia (lebih dari empat juta kopi dan tentunya belum termasuk yang bajakan). Berbagai website game juga memberi rating tinggi pada game ini. GameSpot: 8.1 dari 10; IGN: 9.5 dari 10; GameRankings: 86.24 dari 100; GameStats: 8.4 dari 10, RPGFan: 90 dari 100. FF X-2 juga pernah masuk dalam chart Famitsu: Best Game of All Time, menempati posisi ke-32.

Versi penyempurnaan game ini, Final Fantasy X-2 International + Last Mission, dirilis tanggal 19 Februari 2004. Sayang, sepertinya FF X-2 International + Last Mission hanya bisa dinikmati oleh pemain yang bisa berbahasa Jepang. Pasalnya Square Enix hanya menyediakan voice acting Inggris, sedangkan teks di pilihan menu masih memakai Bahasa Jepang.


STORY

Dua tahun berlalu setelah FF X. Sejak Sin dikalahkan oleh Yuna dan para guardiannya, Spira memasuki era baru yang disebut Eternal Calm. Namun bukan berarti Spira bebas konflik. Sekarang dunia terbagi menjadi beberapa faksi yang memiliki ideologi yang berbeda-beda.

Youth League, dipimpin oleh Nooj, ingin Spira segera meninggalkan masa lalu. New Yevon Party, dipimpin oleh Baralai, memiliki ideologi yang berlawanan dengan Youth League; mereka berpendapat bahwa perubahan selayaknya terjadi secara alami dan perlahan-lahan. Kelompok lainnya adalah Machine Faction, diketuai oleh Gippal, grup Al Bhed yang netral dan memfokuskan diri dalam mengembangkan machina technology.

yuripa

Yuna sudah bukan summoner lagi. Dia kini berubah 180 derajat, baik dari segi penampilan maupun sifat. Tidak hanya itu, dia bahkan banting setir jadi Sphere Hunter. Dia ditemani oleh Rikku dan Paine, membentuk trio YuRiPa. Perubahan profesi Yuna itu dimotivasi oleh sebuah sphere yang ditemukan oleh Kimahri. Sphere itu menampilkan ‘Tidus’ yang ditahan di penjara. Yuna akhirnya bergabung dengan Gullwings, kelompok Sphere Hunter yang dibentuk oleh Brother dan Rikku. Dia berkeliling dunia, mencari petunjuk lain mengenai keberadaan Tidus, dengan harapan bisa bertemu dengan orang yang dicintainya itu kembali.

Seiring petualangannya nanti, Yuna akan menghadapi berbagai fakta yang mengejutkan. Tindak kekerasan yang terjadi akibat perseteruan Youth League dan New Yevon Party, masa lalu Paine, tragedi 1000 tahun yang lalu, serta bahaya yang diam-diam mengancam Spira…


GAMEPLAY

Battle di FF X-2, seperti kebanyakan serial FF lain, memakai sistem ATB (Active Time Battle). Hanya saja, ATB versi FF X-2 lebih dipercepat dari biasanya. Hal yang menguntungkan dari ATB versi FF X-2; pemain bisa membatalkan action musuh dengan cara menyerangnya duluan, tanpa menunggu turn musuh selesai.

WMHanya ada tiga playable character di FF X-2 (YuRiPa), tidak seperti FF sebelumnya yang bahkan bisa mencapai sembilan orang. Sedikitnya playable character ini disiasati dengan adanya sistem job, yang dulu sempat ada di FF III, V, dan Tactics. Asyiknya, pemain bisa bebas menggonta-ganti job di tengah battle. Cukup tekan tombol L1, pilih job, lalu YuRiPa akan berganti kostum dengan cinematic ala Sailor Moon. Job yang tersedia pun bervariasi. Mulai dari gunner, dark knight, black/white mage, berserker, sampai songstress.


MUSIC

Biasanya Nobuo Uematsu yang mengaransemen lagu-lagu serial Final Fantasy, tapi kali ini beliau absen karena kesibukan lain. Sebagai gantinya, Noriko Matsueda dan Takahito Eguchi yang diberikan kepercayaan sebagai composer utama FF X-2. Track-track yang ada di game ini nuansanya bervariasi dan cukup memanjakan telinga gamer.

kumi kodaDi sepanjang FF X-2, Yuna dengan sphere Songstress-nya membawakan dua buah lagu. Real Emotion dengan nada nge-beat dan enerjik. 1000 no Kotoba (1000 Words), lagu yang mendayu-dayu dan memiliki lirik yang menyentuh. Kedua lagu ini aslinya dibawakan oleh Kumi Koda, penyanyi yang sangat terkenal di Jepang.

(sakurazaki90)


Final Fantasy XIV Overview

Developer/Publisher : Square-Enix
Platform : Playstation 3, PC
Rilis Date : TBA 2010
Genre : MMORPG
Media : Blue-Ray, DVD
Sutradara : Nobuaki Komoto
Char Desainer : Akihiko Yoshida
Logo Desainer : Yoshitaka Amano
Music Composer : Nobuo Uematsu


THE BEGINNING

Awalnya SE mengenalkan FF XIV dengan kode nama “Rapture” pada bulan agustus tahun 2005. Namun SE tidak menyebutkan bahwa game yang berupa MMORPG itu merupakan sequel FF XI atau game dengan judul FF. Pada tahun 2006-2007, producer FF XI -Hiromichi Tanaka- mengatakan game tersebut sedang dibuat untuk X360 dan PC dan nantinya akan di port ke PS3. 2 tahun kemudian pada event E3 2009, khususnya pada konferensi pers Sony, diumumkan bahwa game tersebut adalah FF XIV -eksklusif untuk PS3 dan PC. Namun Hiromichi mengatakan, adanya kemungkinan untuk dibuat pada X360 juga, tapi SE dan Microsoft belum sepakat dalam beberapa hal sehingga FF XIV tidak memungkinkan untuk di port pada X360 saat ini. FF XIV akan dijadwalkan rilis pada awal tahun 2010 mendatang, secara worldwide.


GAMEPLAY

FF XIV akan mempunyai gameplay yang mirip dengan FF XI, namun tanpa sistem leveling. Sistem tersebut diganti oleh Armory System, yang merupakan gabungan job sistem dan pemakaian senjata. Disini player bisa membuat senjata apapun, dan nantinya senjata tersebut yang akan menentukan job apa yang akan diterima atau dipakai player. Secara dasar, job pada FF XIV dibagi kedalam 4 bagian yaitu, Disciples of War (hebat dalam pertempuran senjata), Disciples of Magic (memakai magic), Disciples of the Land (pengumpul material), Disciples of the Hand (pembuat barang yang berkecimpung pada sintesis dan industri).

Mengenai ras, masih sama dengan FF XI namun dengan perubahan desain dan nama. Ada Hyuran yang mirip manusia, Elezen yang mirip suku Elf, Lalafell yang mirip hobits namun dengan kecerdasan dan kecepatan yang tinggi, Roegadyn yang merupakan suku raksaksa, dan terakhir Miko’te humanoid berbentuk kucing. Dan dari kabar terbaru, SE akan mencoba memperbolehkan user mentransfer nama-nama pemain dari FF XI agar bisa dipakai dalam FF XIV ini.


STORY

Eorzea adalah negri yang selalu mengalami perang saudara, sampai ketika 15 tahun kemudian, sebuah kerajaan misterius bernama Garlean dari timur berniat menyerang ibukota Eorzea –Ala Mhigo. Seluruh negri berniat bersatu untuk melawan Garlean, namun ternyata serangan yang ditunggu-tunggu tersebut tidak pernah terjadi. Hal tersebut mengakibatkan kedamaian pada Eorzea, namun menyisakan banyak tentara dan prajurit bayaran yang tidak mempunyai pekerjaan. Akhirnya mereka bergabung pada satu guild dan memakai satu nama: petualang.

(Soji Seta)


Source : http://ffcrystalesia.com/final-fantasy-xiv

Jumat, 12 November 2010

Final Fantasy XIII Overview



THE BEGINNING

Final Fantasy XIII adalah FF yang di-plot sebagai FF utama pada Fabula Nova Crystallis. FF XIII awalnya dirancang untuk Playstation 2 (PS2), namun karena keterbatasan hardware yang dimiliki PS2 maka SE memindahkan seluruh proyek ini pada Playstation 3 (PS3) yang waktu itu baru diumumkan oleh Sony pada tahun 2005. Sebelum perilisan PS3 pada November 2006, SE sempat membuat tech demo yang menampilkan event pembuka pada FF VII dengan grafik yang realistis seperti pada movie FF VII Advent Children. Tech demo tersebut menggambarkan bagaimana sebuah game FF akan berjalan di PS3 nantinya.

Sang sutradara, Motomu Toriyama, pun ketika diwawancara oleh beberapa majalah game internasional mengatakan akan memakai kelebihan hardware yang hanya bisa ditemukan pada PS3 seperti media penyimpanan Blu-Ray, yang mampu menampung data minimal sebesar 25 Giga, dan bisa dibilang jauh melebihi media penyimpanan konsol lain seperti Xbox 360 dan Wii, yang keduanya masih memakai media DVD. Isyarat tersebut juga dibenarkan oleh beberapa pihak seperti Tetsuya Nomura (desainer karakter) yang mengatakan bahwa game ini dibuat hanya untuk PS3 saja. Namun segalanya berubah, presiden SE - Yoichi Wada, pada event E3 tahun 2008 mengumumkan bahwa FF XIII akan dirilis juga pada konsol Xbox 360. Sesuai dengan kebijakan yang mereka pakai saat itu (dan sekarang juga), bahwa SE akan memperluas pangsa pasar mereka pada wilayah barat dalam hal ini adalah Amerika yang saat itu diwakili oleh konsol Xbox 360.

Memang keputusan yang masuk akal untuk SE saat itu, dimana jumlah konsol Xbox 360 yang terjual melebihi jumlah PS3 dan biaya pembuatan game yang semakin mahal mengharuskan mereka mencari cara untuk memangkas biaya produksi game tersebut. Keputusan SE tersebut membuat kaget banyak pihak khususnya para fans FF yang sudah terbiasa memainkan iterasi FF terbaru pada konsol Sony. Sehingga banyak timbul nada-nada pesimis yang mengatakan bahwa FF XIII tidak akan memaksimalkan kemampuan PS3 karena harus menyesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki oleh Xbox 360, dan salah satunya yang paling mencolok adalah perbedaan media penyimpanan.

Namun dalam wawancara terbaru dengan majalah Famitsu tahun 2009 ini, Yoshinari Kitase (producer), mengatakan bahwa FF XIII tetap akan memakai seluruh kemampuan PS3 walaupun nantinya akan dirlis juga di konsol lain. Entah apakah pernyataan tesebut benar adanya atau hanya untuk menenangkan hati para potential buyer dari pihak PS3 yang sudah pesimis terlebih dahulu akan hasil akhir FF XIII ini…

Apapun alasan SE, para gamer Playstation mungkin bisa mengambil pelajaran bahwa Square-Enix bukanlah Squaresoft yang dulu selalu mementingkan konsol Sony saja, melainkan sebuah perusahaan game yang ingin meluaskan pangsa pasarnya dan berusaha membagi rata pengalaman memainkan produk mereka pada konsol selain Playstation…

Under Pulse

GAMEPLAY

Belum banyak yang bisa diulas secara detail mengenai gameplay FF XIII, karena sampai saat ini SE sangat sedikit memberikan info, bahkan pada demo terbarunya saja SE banyak memotong fitur-fitur yang akan dimasukkan pada versi final. Secara garis besar, FF XIII akan seperti pendahulunya terutama FF X dan XII. Player akan menjalankan karakter pada Real Time World Map sehingga gamer tidak akan mendapatkan perbedaan transisi antara world map dan kota-kota. Player bisa meloncat untuk mencapai tempat-tempat yang tinggi seperti pada FF X-2. Alat transportasi apa saja yang ada sepertinya belum banyak diketahui, namun sepertinya player akan bisa mengendalikan Chocobo, menaiki kereta api, sampai pesawat terbang. Dan seperti FF XII, musuh disini bisa dilihat langsung dan bukan random encounters, namun bila anda ingin melawannya anda harus menyentuhnya terlebih dahulu baru nantinya akan muncul sedikit sinar yang menandakan battle akan berlangsung. Tentunya karena info yang sangat terbatas, mini-game apa saja yang ada pada FF XIII masih belum diketahui.

COMBAT

Sampai saat ini belum diketahui berapa banyak karakter yang bisa anda bawa dalam battle, namun dilihat dari demo terbaru player bisa membawa karakter dari 2 sampai 3 orang dalam satu party. FF XIII tetap memakai sistem ATB namun dengan eksekusi perintah yang lebih banyak. Jika dahulu dalam 1 turn anda hanya bisa mengeksekusi 1 perintah saja (attack, magic, dll) maka kali anda bisa mengeksekusi 3 perintah sekaligus dalam 1 turn. Misalnya anda ingin memasukkan perintah Magic, sebagai aksi pertama lalu anda masukkan Attack untuk aksi kedua, terakhir anda ingin memasukkan Item untuk menyembuhkan teman anda yang sedang kritis HP nya. Perintah-perintah tersebut akan dieksekusi berdasarkan urutan anda memasukkannya, jadi anda harus lebih cepat dalam berpikir untuk menentukan perintah apa saja yang ingin dimasukkan. Ada kemungkinan kalau player bisa menambah jumlah perintah yang bisa dimasukkan nantinya. Dan dengan waktu turn yang sedikit lebih lama daripada biasanya, ini memungkinkan anda untuk menggabungkan serangan dengan karakter lain dalam party anda sehingga menimbulkan rantai serangan atau biasa disebut Combo pada game fighting. Ada satu perintah baru yang muncul dalam FF kali ini, perintah tersebut bernama Launch yang memungkinkan karakter anda untuk menghempaskan musuh ke udara dan bisa disusul dengan serangan lain pada musuh tersebut. Yup! FF kali ini bisa dibilang FF yang sarat akan aksi seperti game fighting. Sehingga dijamin anda tidak akan bosan oleh gerakan yang itu-itu saja seperti pada FF sebelumnya.

Lightning Attack!
Lightning fire!
Sazh Double shot!
Battle system yg cepat
Dalam FFXIII ini sistem MP dihilangkan, jadi anda tidak perlu khawatir kehabisan MP ketika memakai Magic. Magic kali ini juga tidak bisa sembarang karakter yang menggunakannya. Ada karakter-karakter tertentu yang mampu menggunakan magic tertentu, sehingga menuntut anda untuk pintar-pintar merotasi karakter sesuai keadaan yang dihadapi. Namun karena belum diketahui sistem utama apa yang dipakai oleh FF XIII ada kemungkinan besar juga nantinya karakter lain bisa saling bertukar kemampuan.

Untuk Summon, masih belum diketahui seperti apa cara menjalankannya. Apakah dipanggil seperti biasa dan setelah mereka melakukan serangannya mereka akan pergi atau seperti FF X dan XII sewaktu dipanggil, summon tersebut akan menemani karakter sampai HP karakter atau summon tersebut habis. Sejauh ini, summon-summon klasik FF akan hadir seperti Ifrit, Shiva, Siren, dan Carbuncle.

THE STORY

FF XIII mengambil setting dunia futuristik mirip dengan FF VII. Cocoon adalah kota yang mempunyai teknologi sangat canggih dan hidup jauh diatas langit, sedangkan Pulse adalah dunia dibawah Cocoon yang penuh dengan bahaya setiap harinya tanpa teknologi secanggih Cocoon. Cerita berfokus pada sebuah ras bernama Fal’cie yang melebihi ras manusia, dan orang-orang yang ditunjuk oleh Fal’cie dinamakan L’cie. 13 abad lalu, sebuah kristal mistis meramalkan bahwa Fal’cie nantinya akan membawa kehancuran bagi umat manusia. Maka dari itu, sang kristal menyarankan manusia untuk membuat Cocoon agar terhindar dari kehancuran yang dibawa Fal’cie. Walaupun hidup jauh dari Pulse, para penghuni Cocoon ternyata khawatir akan hidup mereka sendiri di kota berteknologi canggih tersebut. Kekhawatiran mereka dianggap negatif oleh pemerintahan Cocoon, dan memerintahkan siapa yang “terpengaruh” oleh Pulse akan diasingkan kedalam Pulse oleh militer Cocoon yang bernama PSICOM. Player akan mengendalikan seorang wanita dengan kode nama Lightning yang merupakan mantan PSICOM dan ditunjuk oleh Fal’cie agar menjadi L’cie yang bertujuan membawa kehancuran bagi umat manusia dengan cara menghancurkan Cocoon…(Alan)

Source : http://ffcrystalesia.com/final-fantasy-xiii

Final Fantasy X Overview


THE BEGINNING

Tentunya bagi fans FF yang sudah pernah bermain Final Fantasy X tidak akan pernah melupakan indahnya FMV sewaktu Yuna menari-nari diatas air untuk melakukan ritual pengiriman arwah atau juga bagaimana dahsyatnya kekuatan Sin yang memporak-porandakan sebuah pulau dengan gelombang Tsunaminya, dan jangan lupa bagaimana serunya opening pembuka yang memperlihatkan “sepakbola” dalam air yang bernama Blitzball dan dimainkan oleh karakter utama game ini, Tidus

Final Fantasy X merupakan FF pertama yang dibuat untuk konsol game generasi ke-2 milik Sony yaitu Playstation 2. FF X juga merupakan FF pertama yang memiliki voice acting untuk setiap karakternya, peralihan dari lingkungan pre-rendered menjadi full 3D, dan juga seri FF dimana Nobuo Uematsu bukan menjadi komposer musik utama karena didampingi oleh komposer lain yaitu Masashi Hamazu dan Junya Nakano dalam memberikan nuansa baru pada musik FF X. Jadi secara garis besar, FF X adalah FF yang mempunyai lompatan sangat besar dibandingkan FF-FF sebelumnya.

Pengembangan FF X dimulai pada tahun 1999 dengan biaya $32 juta dan kru kurang lebih sebanyak 100 orang yang juga kebanyakan pernah bekerja pada seri FF sebelumnya. Hironobu Sakaguchi yang sedang sibuk mengerjakan movie FF Spirits Within menjabat sebagai executive producer, dan Yoshinari Kitase menjabat sebagai producer. Untuk posisi sutradara diserahkan pada 3 orang sekaligus, yaitu Motomu Toriyama, Toshiro Tsuchida, dan Takayoshi Nakazato. Sedangkan Tetsuya Nomura kembali menjabat sebagai desainer karakter utama setelah absen pada FF IX. Art Director pun kembali dijabat oleh Yusuke Naora yang kali ini banyak terinspirasi oleh suasana pulau Hawai dan memasukkannya pada lingkungan FF X. Kazushige Nojima menjabat sebagai scenario-writer, beliau mengatakan kalau ide memasukan voice-acting membuat kerjanya lebih mudah dan bisa membuat cerita yang simple namun emotional.

Sayangnya, fitur voice acting bukan tidak bermasalah. Karena pengerjaan yang dilakukan oleh orang jepang maka ketika ditranslasi ke bahasa inggris, lip-sync karakter pun harus disesuaikan dengan pengucapan bahasa inggris. Ini membuat specialist translator – Alexander O Smith - yang sering bekerja untuk game Square mengalami kesulitan. Beliau mengatakan translate ini seperti menulis empat atau lima skenario film penuh kedalam tulisan haiku. Dan tentu saja, Square menggunakan teknologi motion-capture untuk menambah kesan realistis pada mimik muka serta gerakan para karakter.

Ketika FF X dirilis tahun 2001, langsung mendapatkan penjualan sebanyak 1.4 juta kopi dari jepang dalam waktu 4 hari saja. Penjualan ini mengalahkan FF VII dan IX bila dibandingkan pada periode waktu yang sama. Sampai October 2007, FF X telah terjual sebanyak 6.6 juta kopi (baca: ori) di seluruh dunia. Pada tahun 2003, dalam Interactive Achievement Awards ke-6, FF X mendapatkan penghargaan “Outstanding Achievement in Animation" dan juga "Console Role-Playing Game of the Year”. Dari sisi media juga FF X mendapatkan sambutan yang sangat hangat, dimana rata-rata memberikan nilai hampir sempurna. Dan yang terpenting, FF X menyelamatkan keuangan Square yang hampir bangkrut karena kegagalan besar yang diterima oleh movie FF Spirits Within…

GAMEPLAY

FF X adalah FF pertama yang menggabungkan penjelajahan world map dengan kota atau dungeoun, sehingga player tidak perlu repot-repot keluar kota untuk bisa ke world map. Player bisa menjelajahi dunia Spira dengan berjalan kaki, menyewa chocobo, atau menggunakan pesawat terbang (memilih lokasi mana yang ingin dituju). Musuh tetap dijumpai dengan sistem random-encounters. Mini game dalam FF X tentunya adalah permainan khas Spira yaitu Blitzball yang merupakan gabungan antara sepakbola dan olahraga dalam air. Dalam Blitzball anda bisa mengikuti liga atau turnamen untuk menantang tim-tim dari belahan spira lainnya. Tentunya, bila anda bisa memenangi liga atau turnamen tersebut anda akan mendapat item-item yang bisa digunakan pada battle melawan musuh.


FF X memakai sebuah sistem yang bernama CTB, menggantikan ATB yang sudah dipakai sejak FF IV. CTB adalah Conditional Turn-Based Battle. Konsepnya bisa dibilang sama dengan sistem turn-based biasa dimana musuh dibolehkan “menunggu” ketika anda sedang mengambil keputusan. Sebuah list icon karakter termasuk musuh ditampilkan pada pojok kanan atas, sehingga memungkinkan player mengatur strategi dengan melihat siapa yang akan maju pada giliran berikutnya. Dengan magic seperti Haste, tentunya anda bisa mempercepat giliran anda dibanding musuh. Tapi jangan lupa, musuh pun bisa melakukan hal yang serupa bahkan memberikan efek Slow pada giliran anda. Dalam 1 party anda terdapat 3 karakter, namun anda bisa bebas menggantinya kapan saja dengan karakter lain dalam battle dengan menggunakan tombol L1. Sehingga karakter anda yang lain tidak ketinggalan mendapat experience points. Total ada 7 karakter utama dalam FF X.

Jika pada FF sebelumnya kita mengenal Materia atau Junction, pada FF X sistemnya bernama Sphere Grid. Sphere Grid bisa digambarkan sebagai pohon besar yang mempunyai ranting serta akar yang banyak. Di sini anda bisa mempelajari magic serta menaikkan status karakter. Setelah battle, karakter akan mendapatkan AP (Ability Point), dan ketika AP tersebut mencapai batas tertentu Sphere Level karakter tersebut akan naik. Sphere level inilah yang menentukan sejauh mana karakter anda bisa melangkah dalam Sphere Grid. Dan tentunya (mirip seperti sistem Materia dimana kita harus mempunyai Materia) kita harus mempunyai Sphere untuk mempelajari kemampuan atau magic tertentu yang ada didalam Sphere Grid ini. Ada Sphere-sphere tertentu yang memungkinkan anda untuk meloncat jauh bahkan mempelajari kemampuan yang sudah dipelajari oleh karakter lain. Yang tentunya membuat karakter satu dan yang lain sama persis kecuali special attack dan senjatanya…

Special attack untuk FF X dinamakan Overdrive. Cara kerjanya sama persis dengan special attack pada FF lainnya. Lalu Summon, pada FF X hanya Yuna seorang saja yang mampun men-summon mahluk-mahluk mistis tersebut kedalam battle. Ketika di-summon karakter lain akan menyingkir dari battle sehingga menyisakan Yuna dan Summon-nya saja. Yuna tidak bisa dilukai ketika masuk mode summon tapi summonnya lah yg bisa dilukai oleh musuh.

THE STORY

FF X mengambil setting pada dunia yang bernama Spira. Spira mengambil inspirasi dari asia tenggara, jepang, dan hawai. Pada dunia ini hidup bermacam-macam ras. Ada manusia, Al-bhed yang seperti manusia dengan bahasa unik namun mempunyai kepintaran lebih dalam hal teknologi, Guado yang mempunyai jari panjang namun agak mirip dengan manusia dan mempunyai kelebihan dalam soal magic, Ronso yang berbentuk singa namun mempunyai tanduk tapi berkaki dua dan mempunyai kekuatan fisik tinggi, dan terakhir Hypello yang mempunyai bentuk seperti katak.

Cerita bermula pada Zanarkand, kota yang mempunyai teknologi sangat canggih. Dimana penduduknya tidak perlu banyak bekerja dan banyak menghabiskan waktu untuk bersenang-senang seperti menonton pertandingan Blitzball. Di kota itu hidup karakter utama FF X – Tidus - seorang pemuda yang merupakan anggota kunci Blitzball Zanarkand Abes yang sedang melakukan pertandingan final di sebuah stadium yang dipenuhi penonton. Tiba-tiba dikagetkan oleh serangan mendadak dari Sin, sebuah mahluk raksaksa yang mempunyai kekuatan sangat besar. Auron, yang merupakan teman ayah Tidus datang menolong dan memandu Tidus untuk keluar dari Zanarkand melalui sebuah lubang hitam yang ada di langit. Tetapi tidak disangka, Tidus malah terlempar 1000 tahun sesudah masanya. Di dunia yang disebut Spira tersebut nantinya Tidus akan bertemu banyak teman seperti Yuna, yang merupakan seorang summoner dan ternyata mengenal ayah Tidus. Tugas Tidus nantinya adalah menemani Yuna untuk mengalahkan Sin dan juga mencari jalan untuk pulang ke dunia asalnya. So the journey begins…

MERCHANDISE

Karena kepopuleran FF X tentunya Square tidak berhenti sampai disitu saja dalam mendapatkan keuntungan. Square membuat action figure dari masing-masing karakter utama FF X, summon-summon Yuna, dan salah satu musuh utama FF X – Seymour Guado. Square juga membuat buku panduan serta gambar-gambar goresan tangan dari artis-artis FF X. Dan, kalung Tidus sempat dibuatkan juga bentuk aslinya.

Source : http://ffcrystalesia.com/final-fantasy-x

Final Fantasy VII Overview


THE BEGINNING

Final Fantasy VII… Siapa yang tidak kenal dengan seri FF yang satu ini? Petualangan Cloud dkk dianggap oleh sebagian besar penggemar FF sebagai FF terbaik dari semua FF yang pernah dirilis oleh Square sampai saat ini. Data penjualan pun menunjukkan demikian, sampai desember 2005 FFVII telah terjual 9.8 juta kopi (baca: Original) yang menunjukkan kalau FFVII merupakan FF dengan penjualan tertinggi dari semua FF. Dan juga membantu konsol video game pertama Sony -Playstation- untuk mengalahkan dominasi para pemain veteran yaitu Nintendo dan Sega.
Awal pengembangan FFVII (1994) sebetulnya ditujukan untuk mesin Nintendo yaitu SNES. Tapi karena media yang dipakai oleh SNES yaitu Cartridge, tidak memungkinkan untuk menampung data-data yang lebih besar maka Squaresoft lebih memilih CD-Rom yang kapasitasnya lebih besar dibanding cartridge yang juga dipakai oleh penerus SNES, Nintendo 64.

Hal ini tentu membuat hubungan Square dengan Nintendo menjadi buruk, karena Square lebih memilih Sony yang merupakan pemain baru pada saat itu dibandingkan Nintendo. Hal ini dijawab oleh Sony dengan memberikan dukungan yang sangat besar untuk Square. Dengan dana $100 juta, Sony mempromosikan FFVII ke berbagai media besar macam Coca Cola, Pepsi, Playboy, buku komik amerika (Marvel dan DC), dan lain lain.

FFVII juga dikenal sebagai FF pertama yang menggunakan grafik 3 dimensi baik pada karakter dan lingkungannya khususnya dengan tambahan Cinematic Graphic / CG untuk event-event tertentu yang merupakan hal baru dalam dunia game khususnya RPG (yang nantinya juga menjadi suatu keharusan pada setiap game). Dengan besarnya kesuksesan yang didapat oleh FFVII, Square (Square-Enix nantinya) akan membuat prequel dan sequel dalam berbagai media yang mengisi lubang-lubang cerita yang ditinggalkan oleh FFVII, walaupun itu berarti kembali mematahkan tradisi yang mereka buat sendiri bahwa setiap FF tidak akan memilik sequel bahkan prequel.


THE STORY
Cerita bermula dimana seorang pemuda bernama Cloud Strife bergabung dengan sebuah grup pemberontak bernama Avalanche yang menentang penggunaan sumber energi bumi yang disebut Mako oleh sebuah perusahaan elektronik paling berkuasa yaitu Shinra Corp. Aktifitas Avalanche dimulai dengan mencoba meledakkan sebuah reaktor Mako dan misi tersebut berjalan dengan sukses. Di Avalanche, Cloud bertemu dengan teman-teman seperjuangannya seperti Tifa Lockhart dan Barret Walace. Sayangnya di misi mereka yang kedua tidak berjalan dengan sukses, sehingga Cloud terpisah dengan teman-temannya…

Setelah sadar akibat ledakan reaktor mako, Cloud ternyata telah dirawat oleh seorang gadis penjual bunga yang bernama Aerith Gainsborough. Untuk membalas kebaikan Aerith, Cloud setuju untuk menjadi bodyguard Aerith untuk sementara waktu, yang juga secara kebetulan mempunyai hubungan yang buruk dengan Shinra Corp.

Shinra Corp sebagai perusahaan yang menguasai sumber energi Mako, juga ternyata diam-diam mempunyai segudang percobaan-percobaan berbahaya. Shinra yang mengetahui kalau Aerith adalah keturunan terakhir dari ras Cetra ingin menculik dan melakukan percobaan padanya. Cloud dan Avalanche tentu tidak tinggal diam, mereka kemudian menyusup kedalam gedung Shinra untuk membebaskan Aerith. Sewaktu mereka berhadapan dengan presiden Shinra, ternyata terjadi kejadian menggemparkan. Sephiroth, seorang pahlawan dan juga mantan prajurit SOLDIER muncul dan langsung membunuh presiden Shinra tersebut.

Dari sinilah inti cerita FFVII dimulai. Cloud dkk akan berpetualang ke seluruh dunia untuk mencari Sephiroth yang berusaha menghancurkan dunia dengan cara mensummon meteor ke bumi. Tentunya mereka akan bertemu lebih banyak kawan dan lawan di perjalanan mereka, dan juga mengalami suka dan duka bersama-sama.
THE GAMEPLAY
Seperti seri FF sebelumnya, FFVII terbagi menjadi 3 mode: peta dunia, peta lapangan, dan layar battle. Pemain bisa menjelajahi dunia dengan banyak cara, mulai dari yang paling dasar seperti berjalan kaki, menyewa chcocobo, kapal selam, sampai pesawat terbang. Pada awalnya ekplorasi pemain hanya akan dibatasi di kota Midgar saja, tetapi sejalan dengan meningkatnya cerita seluruh dunia akan bisa dijelajahi oleh pemain. Di FFVII cerita sebagian besar sudah ditentukan jadi pemain tidak akan diberi pilihan-pilihan yang akan mengubahnya jalan cerita.

Sewaktu battle FFVII tetap menggunakan Active Time Battle atau ATB, yang sudah digunakan sejak FFIV dan didesain oleh Hiroyuki Ito. Dan tidak seperti FF sebelumnya yang bisa menampung 4-5 karakter dalam satu party, di FFVII hanya diperbolehkan memakai 3 karakter saja dalam satu party.

Sistem skill dalam FFVII akan berkisar pada penggunaan Materia, yang juga menjadi salah satu elemen utama dalam cerita FFVII. Pemain bisa memasang Materia pada slot-slot yang dipunyai oleh senjata dan armor sehingga senjata dan armor tersebut memiliki artibut tertentu. Materia juga memungkinkan pemain untuk memakai Magic, Summon, dan kemampuan unik. Sayangnya…penggunaan Materia ini membuat seluruh karakter FFVII menjadi sama persis terkecuali Limit Break mereka.

Limit Break adalah sebuah modifikasi dari FFVI “Desperation Attacks”. Setiap karakter mempunyai sebuah kolom yang akan terisi ketika mereka terkena pukulan dari musuh sewaktu battle. Dan sewaktu kolom tersebut penuh, maka pemain akan bisa menggunakan perintah Limit Break yang akan memberikan damage lebih besar dibandingkan serangan standar. Semakin tinggi level karakter tersebut semakin bervariasi pula Limit Break yang mereka punyai. Tapi ada juga cara atau event-event tertentu untuk mendapatkan Limit Break-Limit Break khusus, tentunya itu akan dibahas di bagian walkthrough ^^

Untuk Mini-Game, FFVII bisa dibilang FF yang mempunyai mini game terbanyak. Pemain bisa berternak Chocobo yang nantinya dengan Chocobo tertentu pemain akan bisa mendapatkan Summon khusus. Lalu mini game selanjutnya tentu yang paling banyak ada di Gold Saucer, disini pemain akan bisa mengadu cepat Chocobo, sampai bermain jackpot yang tentunya bisa menjadi sarana untuk meningkatkan pundi-pundi uang anda.

Lalu ada juga event-event tertentu yang mengharuskan anda memainkan “mini battle” yang berbau action sampai taktik misalnya ketika Cloud membebaskan Aerith pertama kali dari Shinra, Cloud akan memakai motor Harley-nya untuk mengalahkan para pengejar dari Shinra atau di Fort Condor kita bisa bertempur mempertahankan kota ini dari Shinra dengan mengatur taktik prajurit-prajurit Fort Condor.

Source : http://ffcrystalesia.com/final-fantasy-vii

Final Fantasy XII Overview


Developer / Publisher : Square Enix
Platform : Playstation 2
Media : DVD-ROM x1
Genre : RPG
Release Date : JP = 16 Maret 2006, US = 31 Oktober 2006


THE BEGINNING

Setelah puasa hampir 5 tahun lebih sejak FFX, fans FF akhirnya disuguhkan juga judul FF utama. Sebelumnya, Square-Enix sibuk mengerjakan spin-off dari FF lain macam X-2 yang merupakan sequel dari FFX dan juga Dirge of Cerberus yang merupakan sequel dari FFVII. Mengapa sangat lama pengerjaannya? banyak hal penting yang terjadi tentunya dan pertanyaan tersebut mungkin bisa dijawab oleh 2 orang; 1. sutradara Yasumi Matsuno yang juga merupakan staff berbakat dari Squaresoft dan pernah mengerjakan judul-judul masterpiece macam Vagrant Story dan juga Final Fantasy Tactics. Dan tentunya sang legenda sekaligus pencetus seri FF, Hironobu Sakaguchi.

Dalam jangka 5 tahun tersebut ternyata banyak yang terjadi di dalam tubuh manajemen Square sendiri. Tentunya setelah merger mereka dengan Enix, mereka harus mere-strukturisasi perusahaan mereka. Setelah peristiwa merger tersebut, Square-Enix berani mengambil tindakan drastis terhadap produk-produk mereka terutama seri FF. Salah satu yang paling mengejutkan tentunya adalah membuat prequel dan sequel dari FF. Dan tentunya hal ini sangat ditentang oleh Hironobu Sakaguchi sebagai pencetus FF. Tidak ada dalam kamus beliau kalau FF akan memiliki prequel bahkan sequel, karena setiap FF bagi beliau adalah perjalanan sekali tempuh sehingga tiap FF baru yang dimainkan terasa sangat istimewa baik bagi fans FF maupun bagi para pembuatnya. Dan memang ada benarnya juga prinsip beliau tersebut, hingga kini Square-Enix dianggap oleh banyak fans sudah tidak memiliki improvisasi seperti dulu lagi karena terlalu sibuk mengerjakan baik remake sampai prequel/sequel dari FF.

Sakaguchi sendiri memilih berhenti (atau dipecat?) dari Square-Enix sebelum FFXII berhasil diselesaikan walaupun namanya tetap muncul di akhir credit FFXII. Beliau lalu mendirikan sendiri perusahaan gamenya yang bernama Mistwalker. Ini tentu membuat para fans kebingungan bahkan ragu kalau FFXII akan behasil diselesaikan dengan kualitas yang baik. Yasumi Matsuno sendiri -sang sutradara- dengan alasan kesehatan mengundurkan diri dari jabatannya dan sampai sekarang tidak diketahui apa masih bekerja pada Square-Enix atau sudah berhenti. Posisinya lalu digantikan oleh Hiroyuki It? dan Hiroshi Minagawa yang sudah berpengalaman mengerjakan seri Saga.

Tahun 2006 akhirnya FFXII berhasil diselesaikan. Lalu bagaimana tanggapan para fans akan FF yang memiliki waktu pengerjaan paling lama ini? Banyak yang memuji perubahan gameplay yang ada tapi banyak juga yang mencaci kalau FFXII adalah FF yang “gagal” dikarenakan cerita yang sangat “tipis” dibandingkan semua seri FF. Apapun reaksi fans, FFXII telah terjual sebanyak 4 juta kopi lebih (baca: ori) di seluruh dunia sampai akhir 2007 dan tentunya memberikan keuntungan yang besar bagi Square-enix.

THE GAMEPLAY

Gameplay dari FFXII sendiri sebenanya mengambil sebagian besar dari system battle FFXI yang merupakan game online pertama untuk FF. FFXII tidak memiliki perbedaan antara world map dengan layar battle karena pertempuran langsung terjadi saat itu juga sewaktu player menjelajahi benua-benua Ivalice. Disini juga, random battle ditiadakan sehingga otomatis musuh langsung terlihat dan bisa langsung dilawan…mirip dengan game MMORPG bukan? Untuk urusan transportasi, anda bisa berjalan kaki, menyewa chocobo, pesawat terbang, sampai teleport.

Kini sewaktu battle, player diperbolehkan memilih antara memakai ATB atau CTB seperti FFX. Gabungan sistem ini dinamakan ADB (Active Dimension Battle) yang sangat fleksibel dan cepat sehingga terasa seperti game action. Apabila player telah memasukkan command “Attack” maka karakter yang diberi perintah tersebut akan melakukan serangan normal terus menerus (dengan menunggu terisinya bar untuk command tentunya) pada musuh sampai musuh tersebut mati. Tentunya anda diperbolehkan mengkustomisasi perintah-perintah tersebut sedemikian rupa sehingga pertempuran akan berjalan lebih otomatis, dan sistem ini diberi nama Gambit. Untuk masalah party, tetap seperti FF sebelumnya (VII, VIII, X, X-2) dalam satu party anda hanya diperbolehkan membawa 3 karakter saja tetapi anda bebas menggantinya kapan saja (seperti FFX.) dengan karakter lain sewaktu battle jika pertempuran semakin susah atau membutuhkan kemampuan karakter lain.

Dalam FFX kita mengenal sistem Sphere Grid untuk menambah status atau ability setiap karakter. Disini dinamakan License, sebuah papan kotak-kotak dengan warna hitam putih seperti kotak catur. Fungsinya hampir sama dengan sphere grid, namun disini lebih luas. Dalam License, misalnya karakter anda ingin menggunakan tombak atau panah maka sebelum anda mendapatkannya dari license karakter tersebut tidak akan bisa menggunakan senjata tersebut. Disini juga anda bisa mendapatkan magic dan status. Rumitnya, sewaktu anda mendapatkan magic dalam license anda tetap tidak bisa menggunakan magic tersebut sebelum anda membeli atau mendapatkan scroll magic tersebut. Sehingga bisa diyakinkan anda harus mengatur dengan baik karakter mana saja yang akan diberi magic tersebut. Sayangnya, License malah membuat karakter yang satu dengan yang lain sama persis kecuali special attacknya…

Bicara serangan special, dalam FFXII dinamakan Mist/Quickenings. Serangan special ini didapat dari License atau dengan mendapatkan Esper (summons dalam FFXII). Dengan Mist karakter akan memencet tombol tertentu secepatnya sampai batas waktu yang ditentukan habis.

Lalu tidak ketinggalan summons, Esper, disini juga seperti FFX. Sewaktu disummon, para Esper akan menggantikan karakter lain terkecuali summonernya dalam battle. Esper akan terus menemani summonernya sampai batas waktu yang ditentukan habis atau summoner tersebut k.o. Tapi tidak seperti FFX, karakter yang mensummon Esper tetap bisa berpartisipasi dalam battle. Summon-summon disini kebanyakan mengambil dari summon FF Tactics tapi ada juga yang mengambil dari boss-boss terakhir FF seperti Chaos (FF I) dan Zeromus (FF IV). Sayangnya, damage yang dihasilkan oleh para summon masih kalah dibandingkan damage yang dihasilkan oleh Mist/Quickening, sehingga sebagian pemain FF XII mengaku jarang memakai para summons dalam battle…

THE STORY

A World called Ivalice,,,,
An Age when magic was commonplace
An Airship plied the skies


Ya, penggalan diatas cukup untuk menggambarkan setting FF XII. Mengambil setting dunia yang sama dengan Vagrant Story dan FF Tactics, namun beda waktu tentunya. Cerita dimulai ketika penduduk kota Rabanastre, ibukota Dalmasca sedang merayakan hari bahagia pernikahan Putri Ashe dari Dalmasca dan Pangeran Rasler dari Nabradia. Tak lama kemudian, Archadia menyerang Nabradia yang mengakibatkan Pangeran Rasler meninggal. Dalmasca pun ikut tunduk dibawah kaki Archadia, dan Raja Dalmasca, Raminas, tewas ditangan salah satu prajurit terpercayanya, Basch…dan putri Ashe pun dikabarkan meninggal karena tekanan yang berlebihan…

Dua tahun kemudian, seorang pemuda dari Rabanastre, Vaan, menyusup masuk kedalam istana Rabanastre ketika salah satu pejabat tinggi Archadia, Vayne Solidor, ditunjuk untuk memimpin Dalmasca. Tujuan Vaan menyusup tentunya ingin mencuri salah satu harta yang ada untuk dibagikan pada penduduk Rabanastre (tipikal Robin Hood). Vaan menyimpan dendam kepada Archadia karena telah membunuh satu-satunya kakak yang dia punyai, Reks. Tanpa sengaja Vaan bertemu dengan Balthier dan Fran yang juga ternyata mengincar barang curian Vaan.

Di saat yang sama pula, sekelompok pemberontak dipimpin oleh seorang wanita bernama Amalia menyerang istana Rabanastre. Tanpa disengaja Vaan ikut terseret kedalam pertempuran Archadia-pemberontak ini.Nantinya (seperti biasa) Vaan dkk akan bepetualang keseluruh Ivalice untuk menghalangi rencana jahat Archadia…

THE MUSIC

Musik dalam FF XII sebagian besar diaransemen oleh Hitoshi Sakamoto yang juga membuat musik dalam game Vagrant Story dan FF Tactics. Untuk ending themenya dibuat oleh sang komposer legendaris Square yaitu Nobuo Uematsu sebelum dia meninggalkan Square, dengan judul “Kiss Me Good Bye” yang dibawakan oleh Angela Aki.

Source : http://ffcrystalesia.com/final-fantasy-xii

Final Fantasy VIII Overview


Developer
: Squaresoft
Platform : Playstation, PC-Windows
Release date : 11 February 1999
Genre : RPG
Media : CD-Rom (4)
Sutradara : Yoshinari Kitase
Scenario Writer : Kazushige Nojima
Char & Art Desainer : Tetsuya Nomura, Yusuke Naora
Logo Desainer : Yoshitaka Amano

THE BEGINNING

FF VIII adalah seri FF yang pertama kali menggunakan ukuran “proporsional” pada karakternya, tidak “super deformed” seperti FF pendahulunya. FF VIII juga dikenal sebagai FF dengan tema cinta dilihat dari hubungan karakter utamanya maupun dari tanggal rilisnya (11 Feb) yang diluncurkan sebelum hari Valentine. Dan tentu saja, FF VIII adalah FF pertama yang memakai lagu penutup (sekaligus tema utamanya) yang berjudul “Eyes on Me” dinyanyikan oleh Faye Wong, penyanyi keturunan China.

Pengembangan FF VIII sendiri dilakukan sewaktu FF VII sedang ditranslasi kedalam bahasa inggris. Hironobu Sakaguchi menjadi executive producer dan menyerahkan jabaran sutradara pada Yoshinari Kitase karena ingin mengembangkan movie FF Spirits Within yang menjadi cikal bakal merger antara Square dan Enix karena kerugian besar yang diterima Square akibat kegagalan movie tersebut. Shinji Hashimoto menggantikan tempat Sakaguchi sebagai producer.

Sejak awal pengembangan, Kitase ingin FF VIII memakai campuran tema antara realistik dan fantasy. Oleh karena itu Kitase memakai Tetsuya Nomura sebagai desainer karakter utama dan Yusuke Naora sebagai art director. Tentu saja, untuk mencapai realisme tersebut Square harus memakai teknologi motion-capture untuk mendapat gerakan yang realistis pada event-event FMV (contohnya dansa antara Squall dan Rinoa).

Lalu penulis skenario, Kazushige Nojima dipilih untuk menggambarkan hubungan setiap karakter yang dinamis terutama karakter utamanya, Squall.

Walaupun FF VIII menerima banyak respon positif dari berbagai media game, tidak halnya dengan fans FF sendiri yang terbagi menjadi 2 kubu untuk game ini. Satu ada yang menyukai gaya cerita cinta FF VIII satu lagi ada yang membencinya karena gameplay yang kurang menarik. Sampai akhir maret tahun 2003, FF VIII telah terjual 8.15 juta kopi di seluruh dunia dan memberikan keuntungan sebesar $50 juta pada Square.


GAMEPLAY

Seperti FF sebelumnya, FF VIII terbagi menjadi 4 mode yaitu world map, kota, dungeon, dan layar battle. Anda bisa menjelajahi dunia FF dengan berjalan kaki, menyewa mobil, pesawat terbang, sampai chocobo. Musuh tetap dijumpai dengan random encounter. Di dalam FF VIII juga anda menemui mini game bernama “Triple Triad” yaitu mengoleksi kartu dan mengadunya dengan karakter lain yang ada di dunia FF VIII. Sayangnya, mini-game berternak Chocobo seperti dalam FF VII dihilangkan. Gantinya anda bisa memelihara Chocobo lewat tambahan alat yang bernama Pocket Station yang penggunaannya mirip seperti Tamagotchi.

Combat

FF VIII memakai sistem ATB seperti pada FF sebelumnya. Anda hanya bisa membawa 3 karakter dalam 1 party dengan total 6 karakter utama keseluruhan. Dalam FFVIII akan berpusat pada sistem yang bernama “Junction” dan “Guardian Forces” sebutan summon untuk FFVIII. Misalnya di awal game anda akan diberi hadiah 2 summon yaitu Shiva dan Quetzacolt. Shiva dan Quetzacolt. memiliki kemampuan dan status masing-masing. Pasang salah satu GF tersebut pada Squall lalu Squall akan memiliki command seperti memakai item, magic, dan draw yang berfungsi mengambil magic yang dipunyai musuh. Semakin sering anda memakai GF tersebut maka semakin banyak kemampuan yang bisa dimiliki dan dipakai oleh karakter yang memakai GF tersebut. Dan tentunya summon itu sendiri. Ketika anda mensummon salah satu GF, bar ATB karakter akan berganti menjadi warna biru yaitu milik summon. Summon disini juga memiliki HP, jadi hati-hati bila musuh menyerang anda ketika HP summon anda sedang kritis.
Mengenai special attack, pada FF VIII dikenal dengan sebutan Limit Breaks. Limit Break bisa dipakai ketika HP karakter sedang kritis atau setidaknya 32% dari HP normal. Setiap karakter mempunyai Limit Breaks yang berbeda-beda satu sama lainnya.
Dan yang memberikan tantangan tersendiri bagi player FF 8 adalah ketika karakter naik level, otomatis level musuh pun naik. Jadi pada FF 8 musuh-musuh tidak akan mudah dihabisi sekalipun karakter anda memiliki level yang tinggi.


STORY

FF VIII mengambil setting pada dunia yang tidak bernama. Dunia tersebut mempunyai 1 bulan dan dibagi kedalam 5 kontinen besar. Esthar - kontinen yang paling besar dan mempunyai teknologi paling canggih, Galbadia – kontinen terbesar kedua yang terletak di barat dan mengambil setting sebagian besar dalam game, Trabia dan Arctic terletak pada daerah utara, Balamb yang terletak di tengah-tengah dan merupakan kontinen terkecil serta dimulainya cerita FF VIII. 2 kontinen terakhir merupakan kontinen terpencil, yang berupa pegunungan yang curam yang terjadi akibat “Lunar Cry”. Lalu kontinen terakhir adalah yang terletak paling selatan bernama Archipelago.

Game dibuka dengan pertarungan pedang antara dua anak muda, yaitu Squall Leonheart dan Seifer Almasy. Keduanya saling terluka lalu kemudian kembali ke Balamb Garden, yang merupakan sebuah sekolah yang besar dan melatih murid-murid calon organisasi SeeD, yang juga merupakan organisasi tentara bayaran. Sementara itu, pemerintahan Galbadia menginvasi sebuah negara / kota kecil bernama Dollet. Dollet yang tidak mempunyai kekuatan militer terpaksa menyewa jasa SeeD untuk menolong mereka. SeeD memakai misi ini sebagai tes final bagi para calon anggota SeeD. Squall, Quistis Trepe – instruktur Squall, Seifer, serta Zell Dincht tergabung kedalam satu grup. Di tengah misi, Seifer mengabaikan perintah dan bertindak sendiri serta mengabaikan Squall dan timnya. Salah satu anggota yang diabaikan oleh Seifer adalah Selphie Tilmitt yang akhirnya ikut bergabung bersama tim Squall dan Zell.

Setelah misi tersebut selesai, Squall, Selphie, dan Zell dinyatakan lulus menjadi anggota SeeD. Tetapi Seifer tidak lulus dan dihukum karena kecerobohannya mengabaikan perintah. Balamb Garden pun mengadakan pesta kelulusan bagi murid-murid yang lulus. Di pesta tersebut Squall kemudian bertemu dengan seorang gadis yang mempunyai sifat sangat bertolak belakang dengannya dan bernama Rinoa Heartilly. Gadis tersebut lalu mengajak Squall berdansa, walaupun awalnya Squall menolak akhirnya Squall menuruti ajakan Rinoa untuk berdansa. Di tengah meletupnya kembang api, Rinoa tiba-tiba pergi tanpa mengatakan alasan yang jelas pada Squall.

Besoknya, kepala sekolah Balamb - Cid Kramer - memberikan tugas bagi Squall, Selphie, dan Zell untuk menolong pemberontak Galbadia yang ternyata Rinoa adalah pemimpinnya. Squall mempelajari bahwa dalang dibalik tindakan pemerintahan Galbadia adalah seorang penyihir wanita bernama Edea. Misi Squall bersama teman-temannya adalah membunuh Edea. So, the journey begins…

source : http://ffcrystalesia.com/final-fantasy-viii